SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Puluhan pelajar Taman Kanak-kanak (TK), diajarkan cara memadamkan api. Tindakan itu dilakukan, selain dalam upaya mencegah kasus kebakaran, juga untuk mengedukasi cara pemadaman api sejak dini.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Endan Permana mengatakan, salah satu upaya mencegah kebakaran yaitu dengan memberikan pemahaman kepada para pelajar, masyarakat, dan lainnya, sejak dini.
“Pelatihan atau pengenalan penanganan kebakaran ini, menjadi salah satu upaya kita mencegah kebakaran. Karena, masyarakat sejak dini dibekali pengetahuan penanganan kebakaran,” kata Endan, Senin (24/2/2025).
Endan mengatakan, selama 2024 terjadi 42 kasus kebakaran dengan kerugian sebesar Rp1,731 Miliar. Jumlah itu, kata dia, lebih sedikit dibandingkan tahun 2023 lalu, yaitu sebanyak 56 kasus kebakaran dengan total kerugian materil sebesar Rp2,695 Miliar.
Banyaknya kasus kebakaran itu, kata dia, menjadi perhatian utama BPBDPK, terutama di wilayah selatan Pandeglang yang jauh dari jangkauan. Oleh karena itu, pelatihan dan pengenalan penanganan bencana kebakaran menjadi upaya dalam menekan kasus kebakaran.
“Pelatihan memadamkan api itu untuk memberikan Edukasi tentang bahaya kebakaran. Jadi anak-anak ini nanti bisa mengingatkan orangtua mereka agar lebih hati-hati dan waspada terhadap setiap hal yang bisa menyebabkan kebakaran,” tambahnya.
Baca Juga: Cuaca Membaik, Banjir di Pandeglang Berangsur Surut, Aktivitas Masyarakat Kembali Normal
Endan juga menerangkan, maksud kegiatan tersebut sebagai edukasi kepada anak didik, juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan akan profesi dan tupoksi pemadam kebakaran, baik itu dari pencegahan penanggulangan dan penyelamatan.
“Jadi kita berikan pemahaman kepada mereka, langkah apa saja yang harus dilakukan pada saat terjadi kebakaran. Anak-anak ini, nantinya enggak panik dan bisa mengerti apa saja yang bisa mereka lakukan nantinya,” ujarnya.
Menurut Endan, pemberian pemahaman cara bertindak saat terjadi kebakaran kepada anak penting untuk dilakukan. Tujuannya, agar anak yang diberikan pelatihan bisa bertindak tenang, dalam mengatasi persoalan kebakaran.
“Selama ini kan banyak yang panik kalau kebakaran. Nah, pelatihan ini bukan cuman ngasih anak bekal memadamkan api, tetapi juga bisa bertindak tenang saat terjadi kebakaran,” katanya.
Muhammad Ridwan salah seorang wali murid mengatakan, pembelajaran penanganan bencana kebakaran kepada anak merupakan hal yang baik, karena bisa menjadi pengalaman tersendiri. Bekal yang diberikan itu, bisa menjadi pengetahuan mereka dalam menghadapi dan mencegah kasus kebakaran.
“Tentunya ini akan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menangani kasus kebakaran. Paling tidak, anak-anak ini bisa menjadi pengingat orang tua mereka agar bisa lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Dinsos Salurkan Bantuan, Data Sementara Terdampak Banjir Pandeglang Mencapai 1.282 KK dan 5.122 Jiwa
