Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Juli, Pemerintah Uji Publik Sejarah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 1 Jun 2025 23:13 WIB
Rubrik Nasional
Juli, Pemerintah Uji Publik Sejarah

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat memberikan keterangan pers di Taman Sriwedari, Depok, Minggu (1/6/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan memastikan proses penulisan ulang sejarah nasional Indonesia akan memasuki tahap uji publik pada Juli 2025. Penyusunan sejarah ini melibatkan 113 sejarawan dari lebih dari 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk para penulis dari Aceh hingga Papua.

“Sejauh ini kita targetkan mungkin bulan Juli kita akan uji publik,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Cibubur, Depok, Minggu (1/6/2025). “Di situ kita bisa asik berdiskusi, bahkan debat terbuka terhadap narasi sejarah yang sedang disusun ini,” imbuhnya.

Fadli menegaskan, pembaruan ini penting karena sejarah nasional terakhir kali ditulis ulang 26 tahun lalu, yakni pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie. Dalam versi yang ada saat ini, sejarah Indonesia hanya mencatat Pemilu 1997 dan tidak menyentuh peristiwa penting era reformasi, seperti Pemilu 1999 dan seterusnya.

“Justru kita harus menulis sejarah itu sebagai bagian dari memori kolektif bangsa,” katanya. “Banyak catatan sejarah yang belum masuk, termasuk dari masa pemerintahan-pemerintahan setelah Orde Baru.”

Proyek penulisan ulang ini menurut Fadli didasarkan pada pendekatan Indonesia-sentris. Ia menyoroti bagaimana narasi sejarah selama ini kerap dibentuk dari sudut pandang kolonial. Melalui pelibatan akademisi dari berbagai wilayah, pemerintah berupaya membangun narasi yang lebih inklusif dan kontekstual bagi bangsa Indonesia.

“Kalau perspektifnya Belanda, tidak ada penjajahan, mereka menyebut agresi militer sebagai aksi polisionil. Bung Tomo disebut ekstremis, padahal bagi kita dia adalah pahlawan nasional,” kata Fadli.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Penulisan ini, lanjutnya, tidak hanya merevisi tapi juga menambahkan dan meluruskan bagian-bagian sejarah berdasarkan temuan baru para ahli. Bahkan catatan sejarah dari periode prasejarah pun akan diperbarui, termasuk penambahan peristiwa yang terjadi pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga pemerintahan setelahnya.

“Kami akan update dan menambah beberapa jilid, tentu mendasarkan pada buku-buku yang sudah ada. Semua perlu di-update,” ujar Fadli, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.
Fadli juga memastikan bahwa anggaran sebesar kurang lebih Rp9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah cair dan siap mendanai seluruh proses penulisan ulang sejarah ini.
“Sudah ada anggarannya, sudah mulai. Kalau nggak ada, darimana pembahasan bisa dilakukan?” ujarnya.

Persoalan anggaran ini sebelumnya juga telah dibahas dalam rapat bersama Komisi X DPR RI. Menurut Fadli, sejak tujuh bulan lalu saat pertama kali ia menjabat dan menyampaikan program ini ke parlemen, dukungan terhadap proyek tersebut sudah cukup kuat.

Fadli juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan kredibilitas tim penyusun. Penyusunan sejarah ini melibatkan 113 sejarawan dari lebih dari 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk para penulis dari Aceh hingga Papua.

“Mereka adalah guru besar, doktor, yang memang membidangi sejarah. Jadi tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia ini akan menghasilkan sebelas jilid buku yang mencakup berbagai periode dalam perjalanan bangsa. Dimulai dari “Sejarah Awal Nusantara” yang mengangkat asal-usul dan perkembangan awal wilayah Indonesia, kemudian berlanjut ke jilid-jilid yang membahas bagaimana Nusantara berinteraksi dengan dunia luar.

Dua jilid berikutnya mengulas posisi Nusantara dalam jaringan global, khususnya hubungan dengan India dan Cina serta Timur Tengah, yang menunjukkan betapa kompleks dan dinamisnya kontak budaya dan perdagangan di masa lampau. Selanjutnya, sebuah jilid khusus membahas interaksi dengan bangsa Barat, menggambarkan kompetisi dan aliansi yang terbentuk selama masa penjajahan.

Proyek ini juga menyajikan catatan tentang respons bangsa Indonesia terhadap penjajahan, yang menjadi landasan bagi gerakan kebangsaan yang diperinci dalam jilid tersendiri. Kemudian, sejarah perjuangan kemerdekaan dijabarkan secara mendalam, diikuti oleh periode yang disebut “masa bergejolak dan ancaman integrasi,” yang menggambarkan tantangan politik dan sosial setelah kemerdekaan.

Jilid selanjutnya membahas era Orde Baru dari tahun 1967 hingga 1998, sebuah masa yang penuh kontroversi dan perubahan besar, lalu dilanjutkan dengan era Reformasi yang berlangsung dari 1999 hingga 2024, mencerminkan dinamika politik dan transformasi sosial Indonesia modern.

Sebagai penutup, jilid terakhir berisi faktaneka dan indeks yang membantu pembaca menavigasi dan memahami keseluruhan isi sejarah secara lebih terstruktur. (rmg/san)

Tags: Julipemerintahsejarahuji publik
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Karyawan Bank Keliling di Tangerang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Karyawan Bank Keliling di Tangerang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Kamis, 7 Mei 2026 20:56 WIB
Satres Narkoba Polres Lebak Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis

Satres Narkoba Polres Lebak Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis

Minggu, 10 Mei 2026 17:49 WIB
IMG_20260513_171907

BPJS Kesehatan Resmi Hadir di RSUD Benda

Rabu, 13 Mei 2026 17:21 WIB
Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Minggu, 10 Mei 2026 16:49 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(DOKUMEN/SATELIT NEWS)

ASN Melanggar WFH, Gubernur Banten Diminta Buat Aturan Tegas dan Mengikat

Senin, 11 Mei 2026 17:38 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.