SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Kamis (7/8). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kreativitas para ibu dalam menciptakan makanan bergizi bagi anak-anak.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa makanan yang sehat dan bergizi seimbang, merupakan modal awal dalam menciptakan generasi emas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi dalam mendorong inovasi pangan lokal, demi memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga dan desa.
“Saya ingin ada kolaborasi antara yang tua dan muda. Yang tua punya pengalaman, yang muda punya semangat dan kreativitas. Kolaborasi ini akan menciptakan menu sehat berbahan lokal yang menarik perhatian anak-anak. Ini penting untuk kita dorong bersama,” kata Maesyal.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menyampaikan bahwa Pemkab Tangerang siap mendukung kreativitas ibu-ibu dalam menciptakan makanan lokal sehat. Dukungan diberikan melalui penyediaan fasilitas, bibit, alat pertanian, hingga akses permodalan lunak melalui Dinas Koperasi maupun BPR, agar pasokan bahan pangan lokal dari para petani tetap terjaga.
Bupati Rudi juga mengajak masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan kader PKK, untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Menurutnya, jika setiap keluarga bisa menanam bahan pangan sendiri di rumah, maka ketahanan pangan akan semakin kuat sekaligus mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Silakan tanam apa saja di pekarangan, bisa ubi, sayur, atau cabai. Kita bantu bibit, pupuk, bahkan modalnya melalui pinjaman lunak. Yang penting ada usaha dari bawah,” ujarnya.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
Ia menambahkan bahwa olahan pangan lokal dari ibu-ibu juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai program makan tambahan di sekolah, posyandu, dan Puskesmas, selama memenuhi prinsip B2SA: Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai lomba, tapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan membuka peluang ekonomi melalui olahan pangan lokal,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, menjelaskan bahwa lomba tahun ini terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, menu sarapan dalam box untuk anak sekolah, khususnya remaja putri usia 13–15 tahun. Kedua, produk olahan pangan lokal komersial, sebagai upaya pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal.
“Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi non-medis yang edukatif untuk mendorong kesadaran masyarakat, terutama remaja putri, akan pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang,” ujar Asep.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ajang edukasi, advokasi, dan penguatan jejaring antar TP PKK kecamatan untuk bersama-sama menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
“Kami akan terus mendorong agar kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan SDM yang sehat dan produktif,” pungkasnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS
