SATELITNEWS.COM, SERANG – Pembangunan tol Serang-Panimbang (Serpan), saat ini memasuki pembangunan seksi 3 dan 3A yang meliputi ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer (Km), dan diproyeksikan akan mulai beroperasi secara menyeluruh pada akhir tahun 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, informasi yang ia terima dari Kementerian PUPR bahwasanya, tol Serpan itu akan beroperasi full akhir tahun 2026.
“Mudah-mudahan, tidak melesat dan tepat waktu. Kita doakan, agar segera berfungsi. Sekarang sudah memasuki pembangunan di seksi 3 dan 3A, yang dukungan konstruksinya dari APBN,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Saat ini, pembangunan konstruksinya masih terus berprogres. Untuk seksi 2 Rangkasbitung – Cileles, untuk konstruksi 89,15 persen dan pembebasan lahannya 86,59 persen. Ditargetkan selesai, pada kuartal I 2026.
Kemudian untuk progres pembangunan seksi 3 Cileles – Panimbang, pada fase 1 progres konstruksinya 97,7 persen dan progres pembebasan lahannya sudah 93,32 persen, ditargetkan kuartal 1 2026 Selesai.
Pada fase 2, progres konstruksi mencapai 36 persen, progres pembebasan lahan 93,32 persen dan target penyelesaian kuartal IV 2026. Sedangkan fase 3 progres konstruksi 28,8 persen, progres pembebasan lahan 93,32 persen, target penyelesaian kuartal IV 2026.
Baca Juga: Selalu Digembor-gemborkan, Tol Serpan Belum Berdampak Signifikan Terhadap Perekonomian Masyarakat
Arlan menjelaskan, total panjang tol Serpan yang melintasi 4 kabupaten kota di Banten ini sepanjang 83,66 kilometer, yang masuk pada salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi penghubung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Adapun Pemprov Banten, berkontribusi dalam menetapkan lokasi (Penlok) tol Serpan melalui SK yang ditetapkan. Yaitu SK Gubernur Banten Nomor 598/Kep.387-Huk/2016 tanggal 29 Juni 2016, dan juga SK penetapan lokasi tambahan pada tahun 2019 dan diperbarui pada tahun 2024, yaitu SK Gubernur Banten Nomor 479 Tahun 2024.
“Kita supporting dari provinsi itu, memastikan SK Penlok sebagai dukungan terhadap pembebasan lahannya agar berjalan lancar,” terangnya.
“Tol ini juga, akan terhubung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa (Tangerang-Merak), sehingga memperlancar arus logistik, mendukung pariwisata, dan mendorong pemerataan pembangunan wilayah,” imbuhnya.
Koordinator Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (LIPP) Banten, Suherman Pratama mengatakan, sudah seharusnya Tol Serpan dioperasikan secepatnya. Karena, diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Kalau benar full operasional di tahun 2026, kami harap tidak meleset. Agar perekonomian masyarakat segera tumbuh,” harapnya.
Baca Juga: Lokasi Awal Dibatalkan, Rencana Proyek TPSA Regional Banten Digeser ke Maja
Ia juga mengaku, terus memantau progress pembangunan Tol Serpan dari sessi I hingga sessi III saat ini.
“Kualitasnya juga, harus diperhatikan,” imbuhnya. (luthfi)
