SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, bertindak cepat dalam mengatasi persoalan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga Dini Fitria terhadap salah seorang siswa berinisial ILP.
Pemprov secara resmi menonaktifkan yang bersangkutan dari jabatannya sampai polemik dugaan tindakan tercela itu diselesaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Deden Apriandhi Hartawan menegaskan, pihaknya sudah menonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga Dini Fitria dari jabatannya, serta melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
“Iya kita sudah terima laporannya. Sambil melakukan pendalaman kita nonaktifkan dahulu yang bersangkutan supaya clear, dan murid-murid juga bisa masuk lagi agar stabil, karena kan itu sampai semua siswa mogok masuk,” katanya di gedung Pendopo Provinsi Banten, Selasa (14/10/2025).
Deden memastikan, Pemprov Banten tidak akan tutup mata dan akan menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Apabila setelah melakukan pendalaman dan pemanggilan ditemukan kebenaran informasi tindak kekerasan dan hal tidak baik lainnya, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas.
Tindakan itu harus dilakukan sebagai efek jera dan jadi percontohan bagi yang lain, bahwa tindak kekerasan dalam lingkungan sekolah tidak dibenarkan dan bisa diberikan sanksi tegas.
Baca Juga: Pemprov Banten Segera Lakukan Seleksi Calon Direksi BUMD
“Kalau memang sampai ada tindakan kekerasan, ya, pemberhentian ya sanksinya,” tegasnya.
Deden mengaku, dirinya sudah menerima beberapa bukti berupa kiriman video terkait dugaan tindak kekerasan tersebut. Terkait hal itu, dirinya sudah menginstruksikan kepada Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dindikbud Banten Lukman untuk segera melakukan pemanggilan kepada semua pihak terkait.
“Bukti-bukti video terkait yang terjadi di SMAN 1 Cimarga saya sudah terima. Dari kiriman video itu sekilas ada insiden, oleh karenanya kemarin saya langsung perintahkan Pak Lukman untuk memanggil guru-guru dan dimintai keterangan hari ini, dan bisa kita tindaklanjuti,” tambahnya.
Deden memastikan, pihaknya tidak akan main-main dalam menyelesaikan kasus dugaan tindak kekerasan dilingkungan sekolah tersebut. Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pendalaman agar persoalan segera terselesaikan.
“Kalau memang kejadiannya seperti apa yang disampaikan di media, sudah pasti tindakan hukum kedisiplinan menunggu, makanya kita akan dalami itu,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Plt Kepala Dindikbud Provinsi Banten mengakui pihaknya sudah melakukan pemberhentian sementara terhadap Kepsek SMAN 1 Cimarga sampai dugaan aksi kekerasan tersebut terselesaikan.
Baca Juga: Tingkatkan PAD, Pemprov Banten Kaji Kenaikan Pajak MBLB
Selain itu, pihaknya juga sedang memintai keterangan terhadap semua pihak terkait mengenai kejelasan persoalan tersebut. Apabila dugaan aksi kekerasan itu terbukti, pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Iya sudah dinonaktifkan sementara sampai penanganan masalah ini selesai, kita juga sedang memintai keterangan. Kalau terbukti benar laporannya, kita berikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, beredar Vidio seorang pelajar berinisial ILP diduga jadi korban kekerasan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) DF di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Vidio pengakuan korban yang kini beredar luas di media sosial tersebut, mendapat kekerasan berupa tamparan dan tendangan oleh oknum Kepsek. ILP menceritakan awal mula dirinya mendapat kekerasan usai menyantap gorengan, ILP bersama beberapa rekannya lantas merokok di sekitaran sekolah, kemudian peristiwa itu dipergoki oleh DF.
ILP yang saat itu kaget lantas membuang sebatang rokok tersebut, DF yang mulai emosi memerintahkan ILP untuk mencari rokok tersebut.
Singkat cerita DF tambah emosi lantaran rokok tersebut tidak ditemukan dan melakukan kekerasan terhadap ILP.
Baca Juga: Di Bukit Sunyi Lebak, Ribuan Umat Katolik Datang Menitipkan Harapan di Goa Maria Kanada
“Saya habis beli gorengan sama teman-teman, terus di belakang warung itu ngerokok. Enggak lama ketemu kepala sekolah, saya kaget terus langsung buang rokok,”pengakuan ILP dalam rekaman vidio berdurasi 2.25 detik, Sabtu (11/10/2025)
“Saya ditendang di bagian kaki dan punggung,” ucap ILP mengungkapkan ketika di suruh mencari rokok yang dibuangnya tidak ditemukan.
Tak sampai disitu, pelajar kelas XII 1 ini mengaku mendapatkan lontaran kata-kata kasar dari DF.
“Katanya saya gob**k, anj**g. Katanya dia lihat saya pegang rokok,” ungkap ILP menirukan ucapan kepala sekolah.
Lagi-lagi ILP mengaku, emosi DF tak hanya sampai disitu. Dia juga mengaku diseret ke dalam ruangan kepala sekolah.
“Saya ditampar satu kali, katanya saya enggak menghargai,” tuturnya.
Baca Juga: Diduga PHK Karyawan Yang Sakit, PT Wild Wood Disorot Buruh Lebak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat 10 Oktober 2025. Korban dan oknum Kepsek tersebut berada di sekolah yang sama yaitu SMAN 1 Cimarga. Pasca peristiwa tersebut, orangtua ILP tak terima anaknya mendapat kekerasan akan menempuh jalur hukum.
“Saya enggak ikhlas, anak saya sampai ditampar. Saya akan menempuh jalur hukum,”kata Diyono orangtua ILP.
Warga Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak ini, mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa pihak terkait langkah hukum yang akan diambil.
“Saya ingin masalah ini diselesaikan sesuai aturan hukum,” tegasnya. (adib)
