SATELITNEWS.COM, SERANG – Bank Syariah Indonesia (BSI), siap mendukung program penciptaan lapangan pekerjaan yang digagas oleh Pemkot Serang, melalui dukungan pembiayaan pelatihan peningkatan skill bagi para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kota Serang.
Para calon PMI asal Kota Serang, bisa mendapatkan pinjaman dengan plafom mencapai Rp100 juta melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sebelumnya, Pemkot Serang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang sebagai lembaga pelatihan tenaga kerja, baik untuk penempatan dalam negeri maupun luar negeri.
Area Mikro dan Pawning Manager BSI Area Banten Ardiana Awaludin mengatakan, pihaknya menyanggupi tawaran yang disampaikan oleh Pemkot Serang sebelumnya berkenaan dengan Kerjasama dukungan pembiayaan tersebut.
Bahkan, pihaknya juga bersama jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang sudah melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri.
“Kita berkunjung ke sana bersama-sama. kebetulan LPK Zai itu focus pada penyiapan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Japan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: KSPSI Diminta Kawal Penyaluran THR, Pemkot Alokasikan Untuk PPPK
Menurut Ardiana, program KUR PMI yang diluncurkan BSI sejak 2021 menawarkan plafon pinjaman hingga Rp100 juta per penerima dengan bunga yang sangat ringan.
“Kami sudah memiliki program KUR PMI sejak 2021. Bunganya sangat ringan, hanya 6 persen per tahun, dengan maksimal pinjaman hingga Rp100 juta,” ujar Ardiana.
Sementara, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Latas) Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, menyambut baik rencana kerja sama yang ditawarkan oleh BSI. Menurut Nafis, kerja sama antara BSI dan Pemkot Serang telah disepakati dan akan ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Disnakertrans Kota Serang.
Ia menilai, kehadiran BSI sangat membantu masyarakat Kota Serang, khususnya dalam pembiayaan proses keberangkatan PMI, mulai dari pengurusan izin hingga persyaratan administrasi lainnya.
“Pembiayaan ini bisa digunakan untuk kebutuhan seperti medical check-up, paspor, visa, dan persyaratan lainnya, setelah calon PMI mengikuti pelatihan di BBPVP Serang atau LPK,” jelas Nafis.
Namun demikian, Nafis menegaskan bahwa skema pembiayaan KUR PMI dari BSI juga bersifat fleksibel dan dapat dimanfaatkan sejak tahap awal persiapan.
Baca Juga: THR ASN Pemkot Serang Capai Rp45 Miliar, Untuk PPPK Paruh Waktu Belum Teralokasikan
“Tidak menutup kemungkinan pembiayaan dilakukan sejak awal, mulai dari pelatihan bahasa, peningkatan keterampilan, hingga pemenuhan seluruh persyaratan melalui pinjaman KUR PMI dari BSI,” pungkasnya.
Sementara, Sekdis Nakertrans Kota Serang Agus Hendrawan mengatakan, hadirnya kerjasama dengan BSI dan BBPVP Serang diyakini akan memperluas kuota dan jumlah PMI Kota Serang yang akan diberangkatkan ke luar negeri.
Tidak hanya itu, kata Agus, PMI akan semakin dimudahkan, karena pelatihannya akan dibiayai oleh pihak BBPVP Serang, sedangkan untuk pengurusan izin-izi akan dibiayai oleh BSI.
“Kalau dulu-dulu kan PMI Kota Serang itu full dibiayai APBD, jumlahnya pun terbatas. Melaluikerjasama dengan BBPVP Serang dan BSI, kuota keberangkatan PMI optimis akan terus bertambah, ” imbuhnya. (luthfi)
