SATELITNEWS.COM, LEBAK–Harga emas yang hampir menyentuh harga Rp3 juta per gram seolah berlawanan arah dengan daya beli masyarakat yang disebut menurun. Di Kabupaten Lebak, kondisi tersebut justru memicu lonjakan pembelian emas perhiasan.
Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, emas dipilih warga sebagai cara bertahan menjaga nilai kekayaan, bukan sekadar simbol kemewahan.
Pantauan di sejumlah toko emas dan gerai logam mulia di pasar tradisional Rangkasbitung, Jumat (31/1/2026), menunjukkan peningkatan transaksi sejak pagi hari. Warga tampak memadati toko emas, dengan minat utama pada emas perhiasan 24 karat dan emas Singapura yang dinilai lebih stabil untuk disimpan dalam jangka panjang.
Salah seorang warga Kecamatan Cibadak, Eni (40), mengaku tetap membeli emas meski harganya saat ini tergolong tinggi. Ia menilai, menyimpan uang tunai justru lebih berisiko tergerus kebutuhan sehari-hari.
“Kalau disimpan uang kan suka kepakai. Kalau emas lebih aman, ini buat tabungan dan investasi,” ujarnya.
Fenomena ini menandai pergeseran perilaku ekonomi masyarakat. Ketika daya beli untuk kebutuhan nonpokok kian tertekan, sebagian warga memilih mengalihkan sisa penghasilan mereka ke emas, alih-alih belanja konsumtif.
Baca Juga: PT IRT Lestarikan Objek Wisata Pulau Merak Kecil Dengan Menanam Puluhan Bibit Pohon
Emas dipandang sebagai ‘tabungan paksa’ yang nilainya relatif terjaga di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
Pemilik Toko Emas H. Juli Rangkasbitung, Estu History, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, per Jumat (31/1/2026), harga emas tercatat Rp2.980.000 per gram untuk harga beli dan Rp2.880.000 per gram untuk harga jual.
Jenis emas yang paling diminati konsumen yakni emas tua 24 karat dengan kadar 98 persen serta emas Singapura.
“Justru saat harga emas lagi naik seperti sekarang, pembeli malah bertambah. Ada kekhawatiran harga akan terus naik,” kata Estu.
Ia menjelaskan, kenaikan harga emas memunculkan rasa takut ketinggalan di kalangan masyarakat. Meski mahal, emas tetap diburu karena dianggap lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai yang nilainya kian tergerus inflasi.
Pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir terbilang sangat fluktuatif namun cenderung menguat. Dalam satu hari, perubahan harga bahkan bisa terjadi hingga empat kali dengan total kenaikan mencapai Rp70.000 per gram.
Baca Juga: 8 Jemaah Haji Asal Lebak Pulang Lebih Awal
“Kemarin itu sehari bisa sampai empat kali perubahan harga. Naiknya bertahap tapi terus,” ujarnya.
Menurut Estu, dinamika geopolitik global, khususnya perkembangan politik di Amerika Serikat, sangat memengaruhi harga emas dunia. Kondisi tersebut membuat harga emas bergerak cepat dan sulit diprediksi.
Ke depan, ia memperkirakan harga emas masih akan berfluktuasi. “Namun dalam jangka pendek, tren kenaikan dinilai masih cukup kuat seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global,” imbuhnya.(mulyana)
