SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengintensifkan monitoring di seluruh puskesmas menyusul kebakaran gudang bahan berbahaya dan beracun (B3) milik PT Biotek Saranatama di kawasan Pergudangan Taman Tekno, pada Senin (9/2/2026) lalu.
Kebakaran itu diduga menyebabkan pencemaran aliran sungai hingga ke area permukiman warga. Pencemaran terjadi lantaran residu bahan kimia yang terbakar didalam gudang mengurai dan mengalir ikut air ke selokan hingga bermuara ke sungai.
Sungai yang diduga telah tercemar bahan kimia melintasi Perumahan De Latinos dan The Green Serpong. Dalam rekaman vidio, air yang semula cokelat telah berubah warna putih. Aroma menyengat tercium hingga banyak ikan yang mati.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat guna mengantisipasi potensi dampak kesehatan akibat paparan zat kimia yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Dinkes juga melakukan pemantauan kesehatan secara aktif melalui kegiatan monitoring oleh Ngider Sehat UPTD Puskesmas untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya keluhan atau kasus kesehatan akibat paparan zat kimia,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, paparan bahan kimia berbahaya dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, pusing, mual, muntah, hingga keracunan berat pada kondisi tertentu. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit penyerta diminta lebih berhati-hati.
Baca Juga: Persiapan Porprov Bakal Dievaluasi KONI Banten
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Tangsel telah melakukan pengambilan sampel air bersih di sekitar lokasi kejadian, termasuk pada reservoir PDAM setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air minum yang digunakan warga tetap aman.
“Pengambilan sampel air bersih di sekitar lokasi kejadian serta pada reservoir PDAM setempat guna memastikan keamanan kualitas air minum yang digunakan oleh warga terdampak,” katanya.
Dinkes Tangsel mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat, di antaranya menghindari area sekitar lokasi kebakaran hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang, menggunakan masker saat berada di wilayah terdampak dan membatasi aktivitas di luar ruangan, tidak menggunakan air bersih yang terindikasi tercemar sebelum ada pernyataan resmi berdasarkan hasil uji laboratorium.
Lalu segera mencuci tangan, wajah, dan bagian tubuh yang terpapar asap atau debu sisa kebakaran, memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti sesak napas, iritasi mata, mual, pusing, atau keluhan lainnya, dan tidak mengonsumsi ikan atau hasil perikanan dari sungai maupun perairan di wilayah terdampak sebelum dinyatakan aman oleh instansi berwenang.
Untuk kondisi kegawatdaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) 119 guna mendapatkan penanganan medis secara cepat dan terkoordinasi.
Dinkes Kota Tangerang Selatan memastikan akan terus berkoordinasi dengan lintas sektor terkait serta melakukan pemantauan lanjutan guna menjaga situasi tetap terkendali dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
Komandan Regu Satgas BPBD Tangerang Selatan, Dian Wiryawan menuturkan bahwa pihaknya bersama dengan Labkesda Dinkes dan DLH Tangsel juga telah mengambil sampel air keran yang berada sekitar sungai.
“Sampel air keran kios ruko di tekno deket Jaletreng dan air penampungan PDAM BSD, di ambil dari terdekat Jaletreng. Jadi yang menguji dari 2 instansi. Lab DLH Tangsel untuk air kali, lab Labkesda untuk air keran,” pungkasnya. (eko)



















