Minggu, 25 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Dari Bilik Pesantren ke Ruang Sidang, Merawat Ruh Santri dalam Wajah Peradilan Agama

Oleh: Dr. Yasmita, S.Ag., S.Pd.I., M.H.*

Oleh Deddy Maqsudi
Minggu, 25 Okt 2026 14:41 WIB
Rubrik Kolom
Dari Bilik Pesantren ke Ruang Sidang, Merawat Ruh Santri dalam Wajah Peradilan Agama

HARI SANTRI: Dr. Yasmita, S.Ag., S.Pd.I., M.H, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Tigaraksa. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SETIAP 22 Oktober, halaman kantor pemerintahan, sekolah, hingga pengadilan mendadak berubah wajah. Sarung, baju koko, dan peci menggantikan seragam dinas. Upacara digelar, sambutan dibacakan, foto bersama diunggah ke media sosial. Pemandangan itu indah dan patut disyukuri. Namun, di balik semaraknya, ada pertanyaan yang layak kita ajukan: apakah Hari Santri hanya soal busana, atau ada pesan yang jauh lebih dalam untuk dibawa pulang ke meja kerja?

Bagi keluarga besar Peradilan Agama, pertanyaan itu menemukan jawabannya dengan sangat jelas. Hari Santri bukan peringatan milik pesantren semata. Ia adalah cermin tempat Peradilan Agama dapat menatap wajahnya sendiri: dari mana ia berasal, nilai apa yang ia warisi, dan untuk siapa ia bekerja.

 

Satu Akar, Dua Cabang

Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 untuk mengenang Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan itu menggerakkan para kiai dan santri mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung. Sejarah mencatat, kaum sarungan bukan hanya pandai mengaji, tetapi juga sanggup berdiri di garis depan ketika bangsa memanggil.

Jauh sebelum itu, para ulama telah lebih dahulu memikul peran lain yang tak kalah penting: menjadi tempat masyarakat bertanya dan meminta keputusan atas persoalan nikah, talak, rujuk, dan waris. Di banyak daerah, kiai dan penghulu adalah “hakim” pertama yang dikenal umat. Dari tradisi inilah Peradilan Agama tumbuh, berproses panjang melintasi masa kolonial, hingga kini berdiri tegak sebagai salah satu lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009.

Dengan kata lain, Peradilan Agama dan pesantren adalah dua cabang dari akar yang sama. Akar itu bernama tradisi keilmuan Islam dan keteladanan ulama.

Baca Juga: Pengadilan Agama Tigaraksa Uji Coba Penggunaan AI, Ini Batasannya

 

BeritaTerbaru

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Sabtu, 19 Sep 2026 17:46 WIB
Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB

Kitab Kuning dan Palu Hakim

Di pesantren, santri menekuni kitab-kitab fikih klasik, dari yang paling dasar hingga yang paling rumit. Mereka belajar bahwa satu persoalan bisa melahirkan beragam pendapat, dan setiap pendapat lahir dari dalil serta pertimbangan yang sungguh-sungguh. Tradisi bahtsul masail mengajarkan kebiasaan menimbang, membandingkan, dan memutuskan dengan hati-hati.

Kebiasaan itulah yang sesungguhnya dibutuhkan seorang hakim. Ketika memeriksa perkara perceraian, hak asuh anak, pembagian harta bersama, atau sengketa ekonomi syariah, hakim tidak cukup hanya membaca pasal. Ia harus menggali fakta, menimbang kepentingan para pihak, dan menemukan hukum yang paling adil untuk peristiwa konkret di hadapannya. Khazanah fikih memperkaya pertimbangan itu, sementara peraturan perundang-undangan menjadi pijakan yang wajib ditaati. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Maka tidak berlebihan bila dikatakan, ruang sidang Peradilan Agama adalah tempat di mana ilmu yang dipelajari di bilik-bilik pesantren menemukan bentuk pengabdiannya kepada negara.

 

Adab Sebelum Ilmu, Amanah Sebelum Wewenang

Namun, ilmu saja tidak pernah cukup. Pesantren selalu menempatkan adab di atas ilmu. Seorang santri diajari menghormati guru, menjaga lisan, hidup sederhana, dan menunaikan amanah sekecil apa pun. Nilai-nilai yang tampak sederhana itu justru menjadi fondasi paling kokoh bagi integritas.

Baca Juga: GP Ansor Tangsel Akan Gelar Ansor Fest 2026, Rangkul Anak Muda Lewat Budaya dan Kreativitas

Di sinilah relevansi Hari Santri bagi aparatur peradilan terasa paling tajam. Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan tidak dibangun oleh gedung megah atau aplikasi canggih, melainkan oleh kejujuran orang-orang di dalamnya. Hakim yang pintar tetapi tidak amanah adalah ancaman. Pelayanan yang cepat tetapi diskriminatif adalah ketidakadilan. Petugas yang ramah tetapi menerima imbalan adalah pengkhianatan.

Akhlak santri mengajarkan sebaliknya: kewenangan adalah titipan, bukan keistimewaan. Setiap putusan dan setiap pelayanan kelak dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan atasan dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan.

 

Hadir untuk Umat

Peradilan Agama menangani perkara yang menyentuh sisi paling pribadi kehidupan masyarakat: perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infak, sedekah, dan ekonomi syariah. Di balik setiap berkas ada seorang istri yang menuntut nafkah, anak yang menunggu kepastian pengasuhan, atau keluarga yang terbelah karena warisan. Mereka datang bukan untuk mencari kemenangan semata, melainkan kepastian dan perlindungan.

Semangat santri yang selalu dekat dengan umat semestinya hidup dalam cara Peradilan Agama melayani. Kemudahan akses bagi masyarakat kurang mampu, layanan yang ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, serta keterbukaan informasi perkara adalah wujud nyata dari khidmah, pengabdian, yang diajarkan di pesantren. Pengadilan yang baik bukan pengadilan yang ditakuti, melainkan pengadilan yang dipercaya dan dirasakan manfaatnya.

 

Jihad di Ruang Sidang

Resolusi Jihad 1945 membuktikan bahwa cinta agama dan cinta tanah air bukan dua hal yang bertentangan. Para santri berjuang karena iman, dan iman itu menuntun mereka membela Indonesia. Semboyan hubbul wathan minal iman, cinta tanah air bagian dari iman, menemukan pembuktiannya di medan juang.

Bagi Peradilan Agama hari ini, medan juang itu telah berganti rupa. Ia hadir dalam bentuk putusan yang berkeadilan, pelayanan yang bersih dari pungutan liar, dan keberanian menjaga independensi dari segala bentuk intervensi. Menegakkan hukum dengan jujur di ruang sidang adalah bentuk lain dari jihad yang diwariskan para ulama.

 

Setelah Sarung Dilipat

Peringatan Hari Santri tahun ini telah usai. Sarung dan peci mungkin kembali tersimpan di lemari. Tetapi semoga nilai-nilai yang menyertainya tidak ikut tersimpan.

Bagi insan Peradilan Agama, ada tiga pesan yang patut dibawa pulang. Pertama, meneladani keilmuan ulama dengan terus meningkatkan kompetensi hukum. Kedua, meneladani akhlak santri dengan mengutamakan kejujuran, kesederhanaan, kedisiplinan, dan amanah. Ketiga, meneguhkan integritas dengan menjadikan hukum sebagai dasar bekerja dan keadilan sebagai tujuan.

Semangat santri adalah semangat menuntut ilmu dan mengabdi. Semangat Peradilan Agama adalah semangat menegakkan hukum dan keadilan. Keduanya bertemu pada satu cita-cita: mewujudkan masyarakat yang beradab, bermartabat, dan berkeadilan. Dari bilik pesantren hingga ruang sidang, jalan pengabdian itu sesungguhnya satu. (*)

 

*(Penulis adalah Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Tigaraksa)

Tags: hari santripengadilan agama tigaraksa
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern
Kolom

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB
Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

Pemkab Tangerang Susun Regulasi Pilkades Serentak 2027

DPMPD Kabupaten Tangerang Susun Regulasi Pilkades Serentak 2027

Kamis, 22 Okt 2026 08:04 WIB

Wahana Honda Tebar Promo Menarik Lewat Oktoberfest

Jumat, 23 Okt 2026 12:23 WIB
Persita Women vs Dewa United, Jaga Momentum Kemenangan

Persita Women vs Dewa United, Jaga Momentum Kemenangan

Minggu, 25 Okt 2026 07:09 WIB
Sambut Pileg 2029, Golkar Banten Siapkan Strategi Lebih Awal

Sambut Pileg 2029, Golkar Banten Siapkan Strategi Lebih Awal

Rabu, 21 Okt 2026 08:12 WIB
TINGKATKAN KUALITAS SDM -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. (ISTIMEWA)

PMI Banten Perkuat Kesiapsiagaan Relawan Hadapi Situasi Darurat

Senin, 19 Okt 2026 14:22 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.