SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Penyaluran dana hibah untuk ribuan lembaga keagamaan, terdiri dari Madrasah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) tahun 2026, mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat menyatakan, apresiasi terhadap Pemkab Pandeglang yang sudah mengalokasikan hibah sebesar itu.
Namun demikian, ia mengingatkan agar penyalurannya tepat sasaran, tidak melalui MDT atau TPQ fiktif, serta dapat bermanfaat untuk keberlangsungan lembaga penerimanya.
“Harus tepat sasaran, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mari kita awasi bersama,” kata Habibi, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, peran MDT dan TPQ sangat strategis, khususnya dalam mewujudkan generasi muda di daerah yang dibekali dengan keilmuan dasar keagamaan.
Karenanya, diharapkan Kabupaten Pandeglang semakin banyak mencetak generasi islami dan qurani. Sebagai modal, bahwa di masa depannya diperlukan generasi berwawasan dan cerdas, tapi beradab dan berakhlakulkarimah.
Baca Juga: LIPP Banten Minta Program SKPD Pemkab Pandeglang Jangan Copy Paste
Senada, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pandeglang, TB. Udi Juhdi, menyatakan, bantuan hibah yang diberikan sudah sepatutnya dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Kita berharap, bantuan tersebut terus ditambah. Oleh karenanya, mari bersama-sama bergandengan tangan mendorong peningkatan PAD Kabupaten Pandeglang, guna mendukung seluruh perkembangan program prioritas yang lebih maksimal,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, menyalurkan dana hibah untuk Madrasah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) tahun 2026.
Hal tersebut diketahui, saat berlangsung Sosialisasi Hibah Madrasah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ), di salah satu hotel di Pandeglang, Selasa (3/11).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menyatakan bantuan dana hibah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam mencerdaskan generasi bangsa, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan peran MDT dan TPQ, dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Ia menegaskan, pendidikan sangatlah penting, baik formal, non formal dan pendidikan agama itu memiliki peran untuk mencetak para pemimpin yang berkualitas dan berkarakter.
Baca Juga: Penyusunan RKA SKPD 2027 Pemkab Pandeglang Diarahkan pada Program Prioritas
Maka dari itu, pemberian dana hibah ini menjadi prioritas Pemerintah Daerah dalam meningkatkan SDM dan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang.
“Pengelolaan dana hibah harus dilakukan secara transparan, profesional dan akuntabel, agar bantuan dana hibah ini tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan mutu pendidikan keagamaan,” ujarnya, Selasa (3/11).
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, menerangkan dana hibah yang disalurkan Pemkab Pandeglang sebanyak 1.082 lembaga keagamaan, diantaranya untuk Madrasah Takmiliyah (MDT) sebanyak 816 lembaga dan TPQ sebanyak 266 lembaga dengan anggaran sebesar Rp3 Miliar.
Lebih lanjut ia menegaskan, dalam pelaksanaannya dana hibah ini Pemerintah Daerah berkomitmen penuh menegakan prinsip tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel dan tepat sasaran.
“Oleh karena itu, dalam kegiatan Sosialisasi ini, secara khusus menghadirkan narasumber dari para penegak hukum,” ujarnya.
Ia berharap, sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman para penerima hibah, sehingga pengelolaan bantuan dapat berjalan efektif, tepat guna, dan mampu mendukung program pembangunan bidang pendidikan keagamaan di Kabupaten Pandeglang. (mardiana)

















