SATELITNEWS.ID, TANGSEL—Kasus covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tinggi. Laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id mencatat tambahan kasus konfirmasi positif covid-19, Senin (12/7/2021) sebanyak 113 orang, sembuh sebanyak 24 orang, dirawat sebanyak 84 orang, dan meninggal sebanyak 5 orang.
Dari data tersebut tercatat kasus keseluruhan konfirmasi positif sebanyak 14.729 orang sejak pandemi covid-19 melanda, dengan rincian 11.714 orang sembuh, 2.499 orang masih dirawat, 489 meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan peningkatan kasus juga mempengaruhi ketersediaan tempat tidur ICU dan isolasi atau bed occupancy rate (BOR) khusus penanganan covid-19.
Data terakhir pada tanggal 11 Juli 2021, kapasitas BOR ICU di seluruh rumah sakit Kota Tangsel tercatat telah terpakai sebanyak 94 persen. “Sedangkan, ketersediaan BOR khusus isolasi pasien infeksi covid-19 terpakai sebanyak 87 persen,” ungkapnya.
Allin menjelaskan saat ini tercatat tersisa tiga tempat tidur pada ICU dari 50 kapasitas yang tersedia khusus penanganan infeksi covid-19. Menurutnya, data tersebut didapat dari 22 rumah sakit rujukan infeksi covid-19 yang ada di wilayah kerjanya.
“Pasti sudah ada waiting list yang langsung isi untuk ICU, sedangkan untuk tempat tidur isolasi tersedia 709 dan yang sudah terpakai sebanyak 617, hanya sisa 92,” pungkasnya.
Baca Juga: Diduga Tabrak Mobil Bak Terbuka, Pemotor Tewas di Ciputat
Sementara, akibat penuhnya rumah sakit untuk pasien corona, tidak sedikit warga yang akhirnya memilih isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada juga warga yang isolasi mandiri di tempat lain seperti hotel dan apartemen, namun cara tersebut dinilai kurang efektif karena minim pengawasan baik dari pihak keluarga maupun dari tenaga kesehatan.
Diketahui, seorang pria yang diperkirakan berusia 25 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah Apartemen kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Pria tersebut sedang melakukan isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar corona.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nuhaida membenarkan adanya penghuni apartemen yang meninggal. “Iya betul, dia sedang isolasi mandiri karena positif Covid dan dia kontrak di situ, lalu dia meninggal,” katanya saat dihubungi, Minggu (11/7/2021).
Pria tersebut tinggal seorang diri di apartemen tersebut. Namun kondisinya yang makin memburuk menyebabkan korban meninggal dunia. “Dia kan sudah positif Covid, PCR sudah positif bukan karena terlambat penanganan tapi karena sekarang Covid ini banyak yang meninggal tetapi bukan karena terlambat. Mungkin kondisinya menurun. Apalagi dia sendiri di situ,” jelasnya.
Menurutnya, pasien tersebut terbilang masih muda, usianya sekitar 25 tahun. Pasien diketahui sudah menjalani isolasi mandiri selama satu pekan terakhir. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada pemantauan rutin yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 maupun petugas apartemen selama menjalani isolasi mandiri. Dia hanya menyebutkan bahwa kerabat dan keluarga pasien mengetahui bahwa pria tersebut sedang menjalani isolasi mandiri selama sepekan terakhir.
“Kami tidak tahu karena itu di apartemen, pihak apartemen mungkin juga enggak tahu, tetapi keluarga dan temannya tahu kalau almarhum sedang isolasi mandiri,” kilahnya. (jarkasih)
Baca Juga: Tegur Aksi Pemalakan Pedagang, Warga Serua Dikeroyok Lalu Ditusuk

















