SATELITNEWS.ID, PAMULANG—Pelecehan seksual dialami gadis remaja berusia 15 tahun di wilayah Pamulang Kota Tangerang Selatan. Bunga, bukan nama sebenarnya, dicium dan diraba-raba pada bagian vitalnya oleh penjaga warung kelontong ketika dia hendak membeli gula.
Tindakan pelecehan seksual itu terjadi di dalam warung terduga pelaku Senin (18/10/2021) sekitar pukul 14.00 Wib. Kala itu, bunga disuruh ibu kandungnya untuk membeli gula pasir. Dia menuruti perintah sang ibu dan pergi ke warung kelontong tak jauh dari rumahnya.
Setibanya di lokasi, bunga ditarik oleh penjaga warung yang kemudian memeluk dan menciumi serta meraba-raba bagian vital tubuhnya. Beruntung aksi pelaku kepergok oleh seorang warga yang juga hendak belanja di warung itu. Penjaga warung itu kemudian melepas pelukan dan bunga berhasil melarikan diri sambil menangis.
Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Iskandar membenarkan adanya kasus pencabulan di wilayahnya. Tetapi, kasus tersebut kini sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tangerang Selatan.
“Iya, kejadiannya tadi siang. Tadi sempat dibawa ke kantor sebentar, tapi langsung dibawa ke Polres. Kasusnya ditangani Polres Tangsel,” katanya saat dikonfirmasi.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Ipda Tita Puspita, juga membenarkan adanya kejadian itu. Dia menjelaskan, aksi pencabulan itu diketahui warga yang hendak belanja di warung itu. Saat itu juga pelaku melepaskan korban dan korban bisa melarikan diri keluar warung dan kembali ke rumah. Ibu korban terkejut saat melihat anaknya pulang sambil menangis.
Baca Juga: Kementerian PU Kaji Pengembangan Infrastruktur Kawasan Pendidikan di Pamulang
“Dari situ, ibunya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya,” ungkap Tita, Rabu (20/10/2021).
Lalu, kejadian tersebut membuat ibu korban dan tetangga di sekitar rumah korban marah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang Selatan, hingga akhirnya pelaku diamankan di hari yang sama.
Kendati demikian, pihak keluarga tidak jadi membuat laporan polisi dan ingin menyelesaikannya secara kekeluargaanya. Sebab, kata Tita, pelaku pemilik warung ternyata masih ada hubungan saudara dengan korban.
“Karena ini permintaan dari korban sendiri, masih sanak saudara dengan pelaku,” pungkas Kanit.
Terpisah, S, ibu korban terlihat masih syok atas peristiwa pencabulan yang dialami putrinya. Dia enggan memberikan keterangan saat ditemui wartawan. “Enggak, enggak. Sudah selesai, sudah damai,” katanya.
Salah seorang warga sekitar Agus mengaku tak mengetahui betul identitas pelaku. Diketahui, pelaku diketahui baru sekitar tiga bulan menjaga warung kelontong tersebut.
Baca Juga: Empat Ton Sampah Diangkut dari Situ Pamulang
“Kita nggak tahu, tadi ditanya identitasnya juga nggak punya KTP. Baru sekitar dua-tiga bulan di sini, emang ganti-ganti terus orangnya (penjaga warungnya—red),” ungkapnya. (jarkasih)

















