SATELITNEWS.ID, BANTUL—Persita Tangerang akan menghadapi lawan berat pada pekan kesembilan BRI Liga 1 2021 dengan menantang Arema Malang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Rabu (27/10) pukul 18.15 wib. Pendekar Cisadane yang selalu berhasil membobol gawang lawan dalam delapan pertandingan ditantang Arema yang tak pernah kebobolan di lima laga terakhir.
Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro menyatakan timnya bertekad bisa merebut poin dari laga melawan Arema. Tekad itu ditunjang keuntungan yang dimiliki Persita jelang laga. Pendekar Cisadane memiliki masa pemulihan yang lebih panjang satu hari ketimbang Arema FC. Widodo menaruh kepercayaan besar pada skuadnya untuk bisa menampilkan permainan terbaik mereka.
“Kami sudah persiapan pasca kemarin bisa memenangkan pertandingan dan persiapan yang kemarin kita lakukan tentunya ada evaluasi. Dan tentunya melihat rekaman-rekaman video tentunya lawan, Arema. Jadi kami sudah mempersiapkan tim dan kami siap untuk pertandingan besok,” ujar Widodo, Selasa (26/10).
Namun tampaknya Persita harus rela kehilangan striker andalannya, Alex Goncalves, di laga melawan Arema FC. Terkendala akumulasi kartu kuning, Alex dipastikan absen.
“Yang jelas Alex karena akumulasi kartu. Terus Harrison kemarin sedikit ada cedera di paha. Terus kita mau melihat perkembangannya Harrison sampai besok pagi. Kalau Irsyad saya kira normal, tidak ada kendala apa-apa. Dia bisa dipastikanlah (main),” tambah Widodo.
Laga Arema FC melawan Persita diperkirakan akan berjalan seru dan apik. Karena masing-masing tim punya catatan yang unik. Arema masih bisa menjaga clean sheet dan belum kebobolan di lima laga terakhir. Sementara Persita juga sukses mencetak gol di setiap pertandingan hingga pekan kedelapan lalu. Melihat data ini, Widodo mengaku sudah memegang kunci kelemahan Arema.
“Ya pastinya kita kan sudah ada evaluasi juga. Tentang baik tim kita maupun tim Arema. Itulah yang daya tarik dari sepak bola. Di satu sisi mungkin tim lawan belum kebobolan dan di satu sisi, kami setiap pertandingan bisa mencetak gol. Tapi itulah sepak bola. Kita belum tahu. Apakah besok kita masih bisa tetap mencetak gol dan apakah
Arema masih tetap bisa mempertahankan keperawanannya. Inilah daya tarik yang harus kita terus di dalam latihan, bagaimana caranya pasti di dalam satu tim punya kekuatan, pasti ada kelemahan. Nah itu yang sedang kita terus, kelemahan itu yang nantinya kita harus explore dari daerah-daerah yang memang titik lemahnya mereka,” ujarnya lagi.
Terkait data dan prediksi pertandingan, Widodo tak mau berkomentar banyak soal rekor pertemuan Persita dan Arema di masa lalu. “Ya waktu itu kan bukan saya pelatihnya. Jadi saya nggak tahu. Waktu itu saya melatih tim lain. Ya sepak bola itu berkembang lah. Pastinya prediksi itu memang kadang-kadang bisa lain di dalam, pertandingan, habis pertandingan. Jadi saya kira prediksi itu boleh-boleh aja, enggak masalah. Tapi yang terpenting itu kita akan lihat besok hasil pertandingan saja,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persita, Andre Agustiar Prakoso menyebut ia dan rekan-rekannya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin seperti di pertandingan lainnya. Yang penting, kekompakan jadi fokus utama Andre Cs.
“Kalau persiapan sih tidak ada persiapan. Normal aja seperti biasa. Yang penting kerja keras dan menjaga kekompakan tim. Secara seperti yang Coach instruksikan, bisa bermain dengan kombinasi sama teman-teman. Saya percaya dengan teman-teman. Kita harus kompak dalam bermain. Pasti kita bisa menghasilkan hasil yang positif,” ujar pemilik nomor punggung 16 ini. (gatot)