SATELITNEWS.ID, TANGERANG— Ratusan makam yang terdapat di tempat pemakaman di Jalan Dokter Sitanala tepatnya di samping gedung UPT PGRI Neglasari dibongkar. Ratusan jasad yang sudah berbentuk tulang-belulang itu pun pindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang, Jumat, (29/10/2021)..
Kepala UPT TPU Selapajang Dedi Yuri mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima 130 kerangka mayat. Namun, jumlah itu kata dia masih akan terus bertambah. Mengingat pembongkaran makam masih berlangsung. “Bukan makamnya yang dipindahin, tapi pemindahan kerangka. Baru menerima 130 an, mungkin masih ada penambahan lagi. Kita nunggu dari sana aja,” katanya.
Kata Dedi, makam tersebut dibongkar oleh PDAM Tirta Benteng. Namun, dia tidak menjelaskan alasan pembongkaran makam tersebut. Pihaknya hanya memfasilitasi untuk penerimaan kerangka saja. “Yang melakukan pemindahan bukan saya, itukan pihak PDAM (TB) saya hanya menerima,” katanya.
Dedi menuturkan pembongkaran makam itu sudah berjalan selama 3 hari. Diperkirakan semua jasad sudah berbentuk kerangka. Pasalnya usia makam yang sudah mencapai puluhan tahun. “Sudah engga ada yang utuh kalau jasadnya, itukan sudah puluhan tahun. Palingan masih ada tulangnya, kalau yang masih utuh mah tidak ada. Ada contoh tulang kaki, tulang tangan gitu,” katanya.
Hingga berita ini terbit, SatelitNews.Id belum mendapat konfirmasi terkait pembongkaran makam itu. Humas PDAM TB Indra Jaya belum merespon ketika dihubungi melalui telepon dan pesan singkat.
Salah satu warga sekitar, Santi mengatakan dirinya sempat beberapa kali menyaksikan proses pembongkaran makam. Kata dia, tak jarang dirinya hanya melihat tumpukan tanah di dalam lubang galian, dikarenakan tulang belulang sudah menyatu dengan tanah. “Ada yang digali udah kosong nggak ada isinya, ada yang tulang, ada yang tinggal kain kafan nya saja,” lanjutnya.
Baca Juga: Krisis Air Melanda Sejumlah Wilayah Kota Tangerang
Menurut, Santi sebagian makam sudah tidak ada ahli warisnya. Hal itu terlihat dari makam yang tak terurus dan tanpa nisan. “Kayanya kaga ada ahli warisnya ini, udah pada kaga ada nama namanya juga gitu kaya papan nisannya,” pungkasnya. (irfan)

















