SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyepakati penyelenggaraan sistem penyediaan air minum regional Karian-Serpong tahap I. Hal ini menyusul pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak oleh pemerintah pusat.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Kemudian, bersama Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti serta Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna.
Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih terutama di DKI Jakarta. Kebetulan, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan melewati jaringan pipa air tersebut menuju DKI Jakarta.
“Jadi Waduk Karian itu kan dibuat pemerintah pusat untuk membantu mengatasi kebutuhan air bersih terutama di Jakarta. Nah karena kita kelewatan di bagi, jadi yang dapet Kota Tangerang, Tangsel sama DKI,” ujarnya kepada SatelitNews.Id, Selasa, (28/12/2021).
Sehingga, dua wilayah tersebut juga akan kebagian pemanfaatan air bersih itu. Nantinya, itu akan dikelola oleh PDAM Tirta Benteng. Diketahui, Kota Tangerang Selatan diminta untuk menyiapkan lahan 6 hektare yang diperuntukkan penyaluran air bersih. Kota Tangerang, kata Arief memiliki lahan 4 hektare yang terdapat di wilayah Alam Sutera, Kecamatan Pinang. “Kita punya lahan 4 hektare di Alam Sutera di pinggir tol, kan memang nanti lewat sana,” katanya.
Tak hanya itu, menurut Arief banyak hal yang dipersiapkan dalam pemanfaatan air bersih dari Waduk Karian. Selain itu, pihaknya harus menyiapkan jaringan perpipaan untuk menyalurkan air bersih. Biaya yang untuk hal ini diperkirakan mencapai Rp 900 miliar. Biaya hanya dibebankan untuk Kota Tangerang.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
“Jaringan pipa induk dan jaringan pipa retikulasi yang ke rumah rumah dan itu cukup besar Biayanya kemarin dihitung hampir Rp 900 miliar. Itu Rp 900 miliar Kota Tangerang aja,” jelas Arief. Diprediksi akan ada 40 ribu masyarakat Kota Tangerang yang mendapat manfaat air bersih itu. Realisasi jaringan perpipaan akan dilakukan pada 2024. “Itu kalau nggak salah 750 liter per detik jadi kurang lebih kisaran 30 ribu sambungan sampai 40 ribu,” pungkasnya. (irfan/made)
























