Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Tesis Demokrasi di Warung Kopi

Esai: Sulaiman Djaya*

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 20 Jan 2022 17:10 WIB
Rubrik Kolom
Tesis Demokrasi di Warung Kopi

TESIS DEMOKRASI DI WARUNG KOPI: Sulaiman Djaya, pekerja budaya, tinggal di Serang, Banten. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KALAU seniman sudah ngobrol, temanya pasti apa saja, sesuai mood dan apa pun yang terlintas atau yang dirasa aktual dan relevan. Dari masalah seni itu sendiri hingga politik. Maklum, seniman (apalagi yang kere) adalah manusia yang tak luput dari resah dan gundah. Diantara yang tiba-tiba jadi bahan obrolan di kedai kopi misalnya: apakah pantas sebuah negara disebut demokratis jika institusi hukumnya bobrok, hingga mereka yang terjerat kasus korupsi bisa bikin fasilitas mewah di penjara. Tentu saja ada saja yang segera nyeletuk: demokrasi sontoloyo!

Apakah sebuah negara bisa dibilang demokratis, bila rezim atau pemerintah dikritik sedikit saja oleh rakyatnya, segera diperkarakan atau dipidanakan dengan seribu satu macam alasan, dari mulai alasan pencemaran nama baik dan lain sebagainya. Tidak jarang para aktivis lingkungan pun dijemput paksa untuk dimintai keterangan yang ujung-ujung dikriminalisasi di negeri ini. Bahkan tak jarang, lanjut yang lain, kriminalisasi juga dialami masyarakat atau wong cilik. Demokrasi kok menindas?! Sambung yang lain.

Memang, tidak sedikit teman-teman saya yang sinis ihwal keadaan hiruk-pikuk sosial politik Mungkin sebagai pelampiasan dari masalah yang mereka alami sendiri. Namun, suara mereka adalah suara kejujuran. Jujur karena berangkat dan bertolak dari kesusahan yang mereka alami dalam hidup keseharian mereka.

Yang lain bilang, susah lah demokrasi jadi bagus kalau masyarakatnya sendiri belum tercerahkan. Celetukan yang satu ini ini memang benar juga, dan segera menyentak nurani kesahajaan saya. Sebab tulung-punggung demokrasi memang adalah demos itu sendiri, rakyat atau warga negara.

Tidak ada demokrasi bila tidak ada partisipasi masyarakat atau warga negara. Partisipasi warga negara turut serta dalam proses politik dan kebijakan merupakan faktor dan penentu utama bila sebuah negara ingin disebut negara demokratis. Karenanya masyarakat yang tercerahkan dan aktif akan turut pula menentukan apakah sebuah negara demokratis ataukah sebaliknya.

Lalu seperti apakah masyarakat aktif itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, adalah relevan mengutip pandangan Amitai Etzioni tentang ideal masyarakat aktif. Ezioni mengemukakan bahwa masyarakat aktif adalah masyarakat yang memiliki kesadaran dan mampu mengubah kondisi sosial-politik negatif mereka. Tentu saja masyarakat yang demikian adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan atau masyarakat yang tercerahkan.

Baca Juga: Desa Cibaliung Masuk Lima Besar Apresiasi Desa Budaya 2025

Sebagai salah-satu pengasas paham dan pandangan komunitarianisme, Etzioni juga menekankan pentingnya mendahulukan kepentingan bersama diatas ambisi individu yang membahayakan kehidupan sosial-politik. Lebih lanjut bahwa setiap orang, warga negara atau masyarakat membutuhkan solidaritas satu sama lainnya, karena acapkali struktur sosial-politik yang negatif menciptakan keterasingan.

Diantara untuk mengobati atau menghilangkan keterasingan itu tentu saja dengan menciptakan struktur sosial-politik yang tidak bertentangan dengan kebutuhan dasar manusia, kebutuhan afeksi, kasih-sayang, dan solidaritas. Karena manusia pada dasarnya membutuhkan konteks dan orientasi yang jelas bagi hidup dan masa depan mereka.

BeritaTerbaru

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Minggu, 14 Des 2025 14:16 WIB
Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB

Masyarakat yang sehat dalam ideal Etzioni adalah masyarakat yang mendahulukan kekitaan atau kebersamaan di atas keakuan yang dominan dan berlebihan.  Dalam bukunya, The Spirit of Community: Reinvention of American Society (1993), Etzioni menerangkan bahwa prinsip komunitarian itu contohnya berupa kesepakatan manusia untuk menciptakan moral baru kehidupan sosial dan keteraturan publik berdasarkan pada penguatan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas, tanpa puritanisme dan penindasan, tanpa kesemena-menaan atau kesewenang-wenangan.

Dengan kata lain, masyarakat yang sehat perlu mengimbangi nilai keakuan yang telah berakar kuat dan dalam dengan nilai-nilai kekitaan yang bersifat komunitarian. Singkatnya, kekitaan yang tidak menindas keakuan dan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. (*)

 

*Sulaiman Djaya, pekerja budaya, tinggal di Serang, Banten

Baca Juga: Mahasiswa Kota Tangerang Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Tags: budayademokrasiseniwarung kopi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren
Headline

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang
Kolom

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

BPS: Kenaikan BBM Picu Inflasi

BPS: Kenaikan BBM Picu Inflasi

Rabu, 1 Jul 2026 20:49 WIB
DPRD Kota Tangerang Minta Penanganan Banjir Wilayah Timur Diprioritaskan Tahun Ini

DPRD Kota Tangerang Sebut Audit PSU Jadi Kunci Kepastian Perbaikan Infrastruktur Perumahan

Jumat, 3 Jul 2026 12:09 WIB
Karang Taruna Kota Tangerang Dilibatkan dalam Pengecekan Meteran Air Pelanggan PDAM

Karang Taruna Kota Tangerang Dilibatkan dalam Pengecekan Meteran Air Pelanggan PDAM

Minggu, 5 Jul 2026 16:57 WIB
Eksepsi Richard Lee Ditolah Jaksa Penuntut Umum

Eksepsi Richard Lee Ditolah Jaksa Penuntut Umum

Kamis, 2 Jul 2026 13:40 WIB
DIMUSNAHKAN : Berbagai jenis narkotika hasil tindak kejahatan dimusnahkan. Secara keseluruhan, narkoba tersebut ditaksir mencapai Rp90,5 Miliar. (ISTIMEWA)

Polda Banten Musnahkan Berbagai Jenis Narkotika Senilai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 14:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.