SATELITNEWS.ID,TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini baru memiliki dua cagar budaya. Antara lain, Makam Keramat Tajug di Cilenggang Serpong dan Palagan Lengkong di Lengkong Karya Serpong Utara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengakui jika saat ini baru ada dua cagar budaya yang terverifikasi. Namun ada puluhan cagar lainnya yang diduga merupakan cagar budaya.
“Ada 30 diduga cagar dan telah diserahkan oleh masing-masing kelurahan pada acara ‘Festival Cagar 54 Kelurahan di Tangsel’, Kita inventarisir dulu dari semua kelurahan,” ujar Deden saat acara festival Cagar 54 Kelurahan di Teraskota BSD, Serpong, Senin (28/3/2022).
Ke 30 diduga cagar tersebut beda-beda bentuknya. Ada bangunan dan ada juga benda yang diduga menjadi Cagar Budaya. Saat ini Kota Tangsel baru memiliki dua cagar budaya, yaitu Kramat Tajug dan Palagan Lengkong.
Untuk menentukan cagar budaya tentunya harus ada tim yang menentukan. Saat ini yang baru didaftarkan adalah yang diduga dan berpotensi.
Diadakan Festival Cagar Budaya di setiap kelurahan, karena yang paling mengetahui soal lingkungannya adalah kelurahan.
Baca Juga: Kurangi Kemacetan, Simpang Asobirin Serpong Bakal Diperlebar
“Jadi kita mulai di kelurahan dan responnya Alhamdulillah cukup baik, hari ini ada 5 sampai 7 kelurahan yang mengusulkan cagar budaya dari bangunan, situs, benda, yang barang kali bisa menjadi cagar budaya,” terangnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo mengatakan, festival ini pada dasarnya upaya Pemkot Tangsel untuk memastikan, memahami serta mengerti budaya yang ada di daerah itu.
Pemkot sudah memiliki Perda tentang Cagar Budaya. Hanya saja saat ini baru dua yang terverified atau dikukuhkan. Oleh karena itu, melalui festival ini pihaknya berharap dapat lebih mengetahui lagi apakah hanya dua atau lebih yang terverifikasi sesuai dengan kriteria-kriteria penetapan Cagar Budaya.
Menurutnya, Cagar Budaya tidak bisa hanya ditemukan saja tapi perlu dilakukan perawatan. Setelah semua tahapan dikerjakan yang dimulai dari menemukan, memastikan, selanjutnya pihaknya tidak hanya memelihara, tetapi juga bisa mengkapitalisasi budaya menjadi suatu yang baik bagi masyarakat Kota Tangsel. (jarkasih)

















