Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Sastra Adalah Kerja Kearifan Kemanusiaan

Oleh: Sulaiman Djaya*

Oleh Deddy Maqsudi
Senin, 6 Jun 2022 16:45 WIB
Rubrik Kolom
Sastra Adalah Kerja Kearifan Kemanusiaan

SASTRA: Sulaiman Djaya. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

(Prolog untuk Pesta Puisi Jumat NgeBanten 10 Juni 2022 di Gedung Juang 45 Kota Serang)

 

SAYA mulai tulisan ini dengan salah satu puisinya Subagyo Sastrowardoyo berjudul: Kata

 Asal mula adalah kata

Jagat tersusun dari kata

Di balik itu hanya

Ruang kosong dan angin pagi.

Baca Juga: Bertemu Warga Lebak, Airin Dihadiahi Puisi, Begini Isinya

 

BeritaTerbaru

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Putusan Terbuka, Identitas Terlindungi: Mencari Batas Anonimisasi di Peradilan Kita

Sabtu, 19 Sep 2026 17:46 WIB
Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB

Kita takut kepada momok karena kata

Kita cinta kepada bumi karena kata

Kita percaya kepada Tuhan karena kata

Nasib terperangkap dalam kata.

 

Karena itu aku

bersembunyi di belakang kata

Baca Juga: Gelaran Malam Puisi Edisi Perdana Mendapat Apresiasi

Dan menenggelamkan

diri tanpa sisa.

 

Hidup kita, setelah terpenuhinya kebutuhan biologis atau biological need, juga menuntut terpenuhinya kebutuhan ruhani, karena manusia tak sekedar daging dan tulang semata, namun juga jiwa dan pikiran yang menyatu dalam badan. Diantara kebutuhan ruhani itu adalah kegandrungan manusia pada keindahan hingga rengkuhan kasih sayang dan cinta, dan sastra adalah diantara medium sekaligus wujud pemenuhan kebutuhan alamiah atau takdir kodrati tersebut.

Di sisi lain, karena kegandrungannya untuk mencari sekaligus mengolah kearifan hidup, sastra dapat saja dikatakan sebagai sains yang artistik atau estetik, hingga sejumlah filsuf, menyebut sastra sesungguhnya adalah upaya untuk memaknai dan menyingkap relung relung eksistensial dan kawah kawah maknawi hidup manusia, Martin Heidegger sebagai contohnya, yang menyatakan bahwa puisi puisinya Friedrich Holderlin telah menyadarkannya tentang “Ada” dan hidup di saat para filsuf dan para ilmuwan modern melupakannya.

Bila demikian, sastra tentu saja bukan omong kosong atau keganjenan alias kecentilan tanpa makna yang disampaikan dengan bahasa. Sebab, sebagaimana dinyatakan Horace, ribuan tahun silam, sastra adalah penggunaan bahasa secara indah atau artistik untuk menyampaikan kearifan dan wawasan kebijaksanaan. Jadi, sastra akan membentuk kecerdasan atau kekuatan karakter manusia dalam hidup, punya fungsi character building, dan terus menerus menciptakan kondisi pembelajaran bagi kemanusiaan.

Dengan kesadaran itu, tidak heran bila di masa lalu, materi utama pembelajaran anak anak para raja, sultan atau para kaisar adalah sastra hingga ulama ulama besar Islam yang tidak lain juga adalah para pengarang dan para penulis produktif.

Di masyarakat Arab pra Islam hingga era Islam, sebagai contohnya, ukuran kehebatan para tokoh mereka adalah kemampuan menulis puisi indah yang akan dipamerkan di Festival Pasar Ukaz, dipampang di dinding Ka’bah. Di kemaharajaan India dan Kekaisaran Persia, kecerdasan dan kepintaran anak para raja dan kaisar diukur dan dinilai juga dalam kadar sastranya, terutama puisi. Maka tidak heran bila peradaban itu pun telah melahirkan epos epos sastrawi agung semisal Bhagavad Gita di India, Rushtam dan Sohrab serta Shah Nameh di Persia. Sementara negeri kita sendiri melahirkan I La Galigo yang ternyata lebih monumental ketimbang Iliad-nya Homer dari Yunani itu.

Secara filosofis, sastra adalah wujud refleksi sekaligus sikap afirmatif pada hidup dan kehidupan manusia, refleksi dan afirmasi kemanusiaan menempuh langkah langkah di kelokan dan jejalan sejarah manusia yang acapkali menghadirkan tanya dan jebakan jebakan ironik takdir manusia sebagai individu dan masyarakat. Hingga, ketika ia mengemukakan pendapatnya tentang puisi, filsuf Aristoteles sampai menyatakan bahwa puisi lebih filosofis ketimbang sejarah, dan tentu yang ia maksud adalah puisi yang mengandung hikmah dan pengajaran hidup manusia. Sejalan dengan pernyataan Aristoteles, sastra memang seringkali merupakan buah sikap dan perilaku intim afirmatif manusia pada hidup dan kehidupan manusia itu sendiri. Dalam hal demikian, saya bisa mencontohkan salah satu puisinya Mansur Samin yang berjudul Tukang Kebun:

 

Betapa sering di sore hari

Kami berjumpa di pojok jalan ini

menyajikan senyum dia menghormati mesra sekali

sambil mengetam bunga-bunga: Apa kabar saudara?

 

Kemudian kami jarang berjumpa

hidupku disibuki zaman yang sukar ini

tapi penggantinya tadi menuding ke arah sana

di bawah cemara kini kuburnya alangkah sunyi.

 

Puisi Tukang Kebun-nya Mansur Samin itu adalah contoh puisi yang indah dan padat, justru ketika bahasanya konkrit dan bersahaja, sebuah puisi yang menggambarkan nasib wong cilik yang sunyi dan dilupakan narasi besar sejarah, menyiratkan rasa ironis yang hendak disampaikannya agar pembacanya tergugah atau terilhami untuk bersimpati kepada nasib wong cilik, si tukang kebun atau pekerja taman, yang sunyi, prihatin dan dilupakan narasi besar sejarah. Bila kita meminjam wawasan kritikus sastra terkemuka, I. A. Richards, maka puisi itu adalah contoh puisi yang bagus dan berhasil sebagai karya sastra, yang mengandung empat hal:

 

  1. Tema atau makna (sense), yaitu apa yang ingin disampaikan atau dikemukakan kepada kita sebagai pembaca, semisal perjumpaan dan pengalaman hidupnya dalam keprihatinan atau kesulitan hidup bersama si tukang kebun, diungkapkan dengan nada atau suasana ironis. Singkatnya, puisi itu memiliki subject matter

 

  1. Rasa (feeling), yaitu suatu sikap (attitude) si penyair terhadap/atas persoalan (isu)

 

  1. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya, yang berhubungan erat dengan tema dan rasa yang terkandung dalam puisi, di mana tekanan yang dilakukannya dapat melahirkan reaksi kita sebagai pembaca, semisal rasa simpati atau marah pada keadaan atau situasi yang digambarkan dan diangkatnya dengan sebuah puisi, dan

 

  1. Tujuan, yang dalam hal ini setiap penyair, disadari atau tidak, senantiasa memiliki maksud yang ingin ia komunikasikan melalui puisinya, semisal sikap dan pandangan hidupnya sendiri. Karena itulah kerapkali, kita menjumpai puisi puisi yang religius hingga meditatif dan filosofis.

 

Dalam panggilan puitik yang telah dicontohkan, peran penulis, sastrawan atau peran para penyair memang tak ubahnya kerja promothean yang terus menyalakan api kesadaran dan pencerahan kemanusiaan dalam jalan sejarah.

Dalam bukunya, The Way of Being Free, penulis Afrika Ben Okri mengungkapkan, “Jika engkau ingin mengetahui apa yang berlangsung di sebuah zaman, cari tahulah apa yang terjadi dengan para penulisnya.”

Apa yang diungkapkan Ben Okri itu tentu bukan bermaksud mendramatisir yang sifatnya berlebihan, tetapi lebih ingin menekankan bahwa kerja kepenulisan adalah kerja intelektual, pembebasan yang sekaligus kerja historis dan kultural. Para penulis acapkali melawan ketidakjujuran dan korupsi atau tirani yang melumpuhkan ruang ruang kemerdekaan dan kebebasan manusiawi. Baca saja tulisan-tulisannya Ali Syariati, Albert Camus, Nawa El Saadawi, dan lainnya, untuk menyebut sedikit penulis sebagai contohnya.

Masyarakat bisa jadi bungkam dalam ketakutan karena intimidasi tirani, tetapi para penulis-lah yang mengambil sikap untuk bersuara.

Di sini kita bisa menyebut nama nama seperti Anna Akhmatova, Rendra, Garcia Lorca, Boris Pasternak, dan lainnya, yang dengan puisi puisi dan prosa prosa mereka menyuarakan perlawanan politis terhadap rezim otoriter di negeri mereka masing-masing, atau seperti Nawa El-Saadawi yang dengan novel-novelnya bersuara untuk melawan penindasan dan ketidakadilan yang ditimpakan kepada kaum perempuan oleh rezim dan kekuasaan negara yang acapkali mengatasnamakan agama.

Memang kerapkali masyarakat atau bangsa dapat bertahan hidup dalam kemampuan yang luar biasa demi menantikan pergantian sejarah ketika mereka berada dalam tekanan para tiran atau politik tiranis, hingga wabah waktu akhirnya menggerogoti dirinya sendiri, tetapi para penulis lah yang melakukan pemberontakan terhadap penantian dan berkisah dalam buku-buku dan tulisan-tulisan mereka hingga menyalakan api kesadaran dan perlawanan masyarakat terhadap penindasan.

Mereka para penulis atau pun para penyair, yang dapatlah diumpamakan sebagai para pembawa obor pencerahan dan kesadaran manusiawi promothean, bisa menulis dan bersuara ihwal apa saja. Tentang kerusakan ekologis dan lingkungan oleh ulah korporasi dunia, tentang ketidakadilan dan keprihatinan yang meruak dan bergeliat di gang-gang dan jalan-jalan kumuh kaum urban yang tersisihkan, tentang para pemilik industri senjata yang merekayasa perang agar produk industri pertahanan dan persenjataan mereka terjual, dan lain sebagainya.

Dalam kadar yang demikian itulah, kerja kepenulisan adalah kerja pencerahan, sebuah kerja untuk menyebarkan kesadaran dan kearifan, kerja untuk menghidupkan intelegensia dan merawat martabat kemanusiaan di tengah dunia yang mudah sekali terkorupsi, di tengah dunia yang acapkali dikobarkan dengan kebencian, atau di tengah dunia yang dimonopoli kaum korporat yang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi dan sepihak dengan mengorbankan masa depan ekologi.

Para penulis mestilah adalah orang-orang yang sadar dengan apa yang dilakukannya, bahwa menulis adalah dalam rangka menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan yang seringkali rawan korupsi dan hipokrisi.

Sebagai kerja emansipatoris dan penyebaran wahana pencerahan dan kearifan itulah, para penulis acapkali mereka yang menjaga dan menghidupkan kesadaran manusiawi, yang karenanya pula menjadi para penyumbang dan pengubah wawasan historis dan kultural, tak jarang ikut mengbah jalan sejarah itu sendiri. Dostoievsky, misalnya, telah membangunkan rasa solidaritas humanis melalui prosa-prosanya, sebagaimana Ali Syariati ‘membangunkan’ generasi muda Iran di zamannya untuk tampil percaya diri demi kemajuan dan kemerdekaan Iran melalui tulisan-tulisannya selain lewat ceramah-ceramahnya.

Ibn Rusyd pernah menyatakan bahwa ‘Gagasan dan pemikiran memiliki sayap’, dan gagasan serta pemikiran yang ia maksudkan adalah gagasan yang dituliskan, sehingga dapat dibaca oleh orang lain atau oleh generasi selanjutnya.

Tak diragukan, kerja kepenulisan adalah kerja manusiawi dalam rangka turut serta menjaga dan membangun kesadaran manusia itu sendiri dalam keseharian, bersama langkah-langkah sejarah yang acapkali dibajak oleh kezaliman, korupsi, dan ketidakjujuran. Selain menulis juga sebagai wujud mengembangkan ilmu pengetahuan bagi hidupnya martabat manusiawi, bagi hidup dan lahirnya kearifan manusiawi. (*)

 

*(Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Satelit News, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain).

Tags: puisisastra
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern
Kolom

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB
Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Tangerang Minta Pelayanan dan Respons Cepat Ditingkatkan

HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Tangerang Minta Pelayanan dan Respons Cepat Ditingkatkan

Rabu, 23 Sep 2026 17:57 WIB
Pelaku Kekerasan Seksual di Cipondoh Tak Kunjung Tertangkap, Korban: Biar Aku Cari Pelakunya Sendiri

Pelaku Kekerasan Seksual di Cipondoh Tak Kunjung Tertangkap, Korban: Biar Aku Cari Pelakunya Sendiri

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Dr Warsito Resmi Dilantik Jadi Rektor UMT 2025-2029, Sejumlah Agenda Besar Menanti

Jumat, 25 Sep 2026 13:55 WIB
BANTUAN AIR BERSIH -- Personel Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang, salurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Hagaru, Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang Salurkan Bantuan Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 19:41 WIB

Hendak Ambil Tas, Bocah 7 Tahun di Lebak Tewas Tercebur Sumur

Rabu, 23 Sep 2026 11:43 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.