SATELITNEWS.COM LEBAK—Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mengungkapkan bakal membidik Waduk Karian untuk dijadikan destinasi baru di Bumi Multatuli. Hal itu seiring bendungan dengan kapasitas tampungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede banyak memiliki potensi untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Usep Suparno mengatakan, Bendungan Karian selain sebagai penyedia air baku untuk sejumlah daerah di Banten dan DKI Jakarta, juga akan didorong menjadi objek wisata baru.
“Pembahasan terkait RDTR (rencana detail tata ruang) dan diskusi kita dengan BBWSC3 sebagai pengelola, memang untuk Bendungan Karian banyak potensi yang bisa didorong sebagai destinasi wisata baru,” kata Usep, Minggu (22/10/2023).
Usep mengatakan, meski masih dalam tahap pengisian, sudah banyak juga masyarakat yang datang untuk melihat kondisi perkampungan yang masuk dalam wilayah rendaman bendungan sudah mulai terendam. Hamparan air yang luas menjadi daya tarik untuk dilihat masyarakat.
“Di RDTR memang sudah diplot bahwa di sekitar bendungan akan dijadikan objek wisata, namun secara detailnya masih dalam pembahasan. Tapi kalau melihat potensinya, di situ ada landscape yang cukup luas dan view bagus maka sangat ideal untuk kawasan jogging track, hiking, glamping dan lain-lain,” papar Usep.
Langkah kerja sama dengan pihak-pihak lain terkait dengan upaya penataan objek wisata di Bendungan Karian akan mulai dilakukan setelah terbitnya Perda RDTR. “Setelah pola-pola kerja sama dengan berbagai pihak itu disusun, maka kemungkinan di tahun 2026 sudah mulai bisa dikembangkan,” katanya.
Baca Juga: Bocah TK-SD di Lebak Tewas Tenggelam di Proyek Sodetan Karian
Kampung Sinday, Desa Pajangan, Kecamatan Sajira, salah satu kampung mati yang kini mulai tenggelam setelah Bendungan Karian dioperasikan akhir September 2023 lalu. Kampung yang menurut warga meninggalkan sejuta kenangan itu diharapkan bisa memberikan dampak positif untuk menutupi kebutuhan air bagi sejumlah wilayah.
Warga Desa Pajagan, Hendri mengatakan, kampung yang kini mulai tenggelam pasca Sungai Ciberang dibendung Waduk Karian. Karena air sudah terbendung sehingga sudah menenggelamkan Kampung Sinday yang dekat dengan bantaran sungai tersebut.
Kampung mati meninggalkan sejuta kenangan, kini perlahan ditenggelamkan air. Warga sekitar hanya bisa menyaksikan tempat yang dulu memberikan kehidupan itu bakal menjadi lautan sungai pasca Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Kementerian PUPR melakukan pengisian awal waduk (impounding) pada Bendungan Karian yang terletak di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung. Bendungan yang memiliki kapasitas 314,7 juta m3 dan luas daerah genangan waduk sebesar 2.143,6 hektare.
“Kalau sekarang ya gini, kami hanya bisa melihat bangunan rumah yang mulai tenggelam. Memang belum semuanya tenggelam,” ujarnya. “Semoga keberadaan Bendungan Karian dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar khususnya di Kecamatan Sajira,”harapnya.(mulyana)
