SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Lumbung sosial yang semula sempat kosong, kini mulai terisi. Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, membutuhkan persediaan stok logistik untuk menutupi kekosongan 15 lumbung sosial yang tersebar di beberapa wilayah di Pandeglang.
Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan, pada akhir tahun 2023 hingga awal Januari 2024 sempat terjadi kekosongan di 15 lumbung sosial.
Namun, diakhir Januari kemarin, beberapa lumbung sosial sudah mulai diisi oleh logistik dan sembako.
“Iya sempat mengalami kekosongan, karena banyak terjadi bencana dan kita berikan kepada korban bencana. Tetapi sekarang, sudah mulai kembali terisi, walaupun memang baru 40 persen saja,” kata Sutoto, Kamis (1/2/2024).
Sutoto mengatakan, apabila ingin mengisi penuh ketersediaan logistik di 15 lumbung sosial di 14 kecamatan, setidaknya membutuhkan sepuluh ton logistik.
Logistik yang ada di lumbung sosial itu, tambahnya, nantinya bisa digunakan apabila terjadi bencana maupun dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Kepala Dinsos Pandeglang Tegaskan Tak Boleh ada Pemotongan Bansos
Lumbung sosial yang masih kosong itu, untuk sementara akan diisi oleh beberapa paket sembako dan lainnya. Rencananya, kata dia, dalam waktu dekat semua lumbung sosial akan segera diisi penuh dan bisa digunakan ketika terjadi kondisi darurat.
“Untuk sementara kita isi dulu dengan paket sembako, tempat tidur, selimut, peralatan bayi dan lansia, itu untuk lumbung sosial yang masih kosong. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah terisi semuanya,” ujarnya.
Sutoto mengatakan, lumbung pangan yang diprioritaskan untuk segera diisi yakni, yang dekat atau berada di lokasi rawan terjadi bencana, seperti di Kecamatan Patia, Pagelaran, Sukaresmi, dan Kecamatan Panimbang.
“Kita targetkan bisa tiga kali, pertama diawal tahun sudah dilakukan, pertengahan tahun, kemudian diakhir tahun. Kita perlakukan sama, hanya di Kecamatan Sumur yang ada dua lumbung,” tambahnya.
“Karena kita antisipasi, di sana sering terjadi gempa bumi. Sekaligus memang sebagai antisipasi karena di Kecamatan Cimanggu belum ada lumbung, sehingga bisa dipenuhi oleh lumbung sosial yang ada di Kecamatan Sumur,” sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M. Habibi Arafat menyarankan, agar lumbung sosial yang ada tidak dibiarkan kosong.
Baca Juga: Dinsos Pandeglang Klaim Sudah Salurkan Puluhan Ribu KKS
Oleh karena itu, instansi terkait harus bisa menyiapkan strategi agar persoalan itu tidak kembali terjadi.
“Lumbung sosial ini, memiliki peran penting ketika terjadi peristiwa darurat, makanya jangan sampai kosong. Persoalan yang terjadi sekarang, harus dijadikan catatan penting dan segera lakukan antisipasi agar tidak terjadi kekosongan lagi,” imbuhnya. (mg4)
