Minggu, 17 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Skrining Gratis Dimulai Februari, Fokus Mencegah Penyakit Berisiko

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 9 Jan 2025 18:57 WIB
Rubrik Nasional
Skrining Gratis Dimulai Februari, Fokus Mencegah Penyakit Berisiko

Menteri Kesehatan Budi Gunawan memberi keterangan pers terkait program skrining kesehatan gratis, di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (9/1). Dia memastikan program yang menyasar 280 juta warga Indonesia itu akan dimulai pada Februari 2025. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Program skrining kesehatan gratis untuk masyarakat yang disosialisasikan sejak Januari 2025, akan dimulai pada Februari mendatang, dengan sosialisasi yang sudah dimulai sejak Januari. Menteri Kesehatan Budi Gunawan memastikan hal tersebut.

“Screening gratis, memang kita sudah laporkan ke Pak Presiden. Rencananya memang di bulan Februari, yang nanti waktunya akan ditentukan oleh Pak Presiden. Sosialisasi kita akan mulai lakukan di bulan ini,” kata Menkes Budi seusai acara penyerahan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala untuk almarhumah peserta PPDS Anestesi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) dr. Aulia Risma Lestari, di Kantor Kemenkes, Kamis (9/1/2025).

Menkes mengatakan, untuk memastikan kapan persisnya skrining perdana dilaksanakan, dia secepatnya akan kembali lapor pada Presiden Prabowo Subianto. “Tapi kesiapan kita, kita sudah akan mulai minggu depan berkomunikasi, mensosialisasikan dengan seluruh aparat-aparat daerah. Jadi kita akan lakukannya rencananya serentak di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Budi menegaskan, program ini sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat mendeteksi gejala penyakit lebih awal. “Pemeriksaan kesehatan ini harus dilakukan agar kita bisa mendeteksi lebih dini kalau ada kondisi kesehatan yang menurun, sehingga masyarakat tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit,” jelas dia.

Program ini bertujuan untuk mencegah penyakit-penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke dan penyakit jantung. Karenanya, skrining ini akan mencakup pemeriksaan tiga hal utama, yaitu tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. “Nah ini yang kita mau kejar duluan sebenarnya,” tandas Budi.

Skrining ini ditujukan untuk ratusan juta rakyat Indonesia yang selama ini belum mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin. “Ini screening untuk 280 juta rakyat ya. Bukan screening untuk golongan menengah ke atas. Ini banyak yang bilang, ‘oh kayak medical check-up di rumah sakit’, bukan lho. Ini bukan seperti itu. Medical check-up yang di rumah sakit kan untuk golongan menengah ke atas yang mungkin cuma 10 juta atau 15 juta (orang), itu dilakukan di rumah sakit,” ujar Budi.

BeritaTerbaru

370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB

Skrining kesehatan ini direncanakan akan dilaksanakan di sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia, serta memanfaatkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu klinik swasta. Targetnya adalah menjangkau sekitar 280 juta penduduk.

“Skrining ulang tahun ini dilakukan untuk kelompok balita, kelompok dewasa, dan kelompok lansia. Supaya juga gak terlalu penuh puskesmas. Sedangkan kelompok anak-anak, jadi usia sekolah sampai 18, itu nanti akan dilakukan skrining di sekolah. Bukan saat ulang tahun, tapi pada saat pas masuk sekolah,” katanya.

Jenis skrining yang diberikan juga akan disesuaikan dengan kelompok usia. Misalnya, untuk lansia akan diberikan skrining kanker, sementara untuk balita akan dilakukan skrining penyakit kongenital.

Untuk meningkatkan efektivitas skrining, Menkes Budi menegaskan bahwa sistem digital akan sangat berperan, mirip dengan cara pelaksanaan tes PCR covid-19.

“Karena ini kan banyak sekali, masif ratusan juta. Nah untuk itu yang keempat, saya pesan ini sama seperti covid, nanti akan sangat menggunakan sistem digital,” katanya.

Setelah dilakukan skrining, hasil pemeriksaan akan dikirimkan kepada peserta melalui aplikasi WhatsApp (WA). Untuk ini, Kemenkes akan mulai mempromosikan aplikasi SatuSehat yang akan digunakan dalam program ini mulai minggu ini. Dalam platform SatuSehat, juga akan disediakan kuesioner mengenai kesehatan jiwa, mengingat pentingnya deteksi masalah kesehatan mental yang sering kali terabaikan.

Menkes Budi menyoroti bahwa banyak orang yang merasa sehat secara mental padahal tidak, seperti yang dialami oleh almarhumah dr. Aulia Risma Lestari, peserta PPDS Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang baru saja meninggal.

“Skrining jiwa itu sekarang kita under-screen. Jadi orang merasa sehat jiwanya padahal enggak. Dan buktinya kayak yang tadi kan, almarhumah (dr. Aulia Risma Lestari). Itu kan sebenarnya dia ada sakit jiwa, tapi kan tidak terdeteksi. Karena masalah kejiwaan ini skriningnya kurang bagus,” jelasnya.

Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Berikut adalah rincian fokus skrining berdasarkan usia:
1. Balita dan anak (< 10 Tahun): Hipotiroid kongenital, Malnutrisi, Anemia, Gangguan pendengaran dan penglihatan. 2. Remaja (10-17 Tahun): Talasemia, Diabetes, Kesehatan gigi, Kesehatan jiwa. 3. Dewasa (18-59 Tahun): Penyakit ginjal kronis, Hipertensi, Penyakit liver, Obesitas. 4. Lansia (> 59 Tahun): Penyakit jantung, Osteoporosis, Kebugaran, Kolesterol. (bbs/san)

Tags: gratiskesehatanskrining
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Wakil Bupati Tangerang Buka Sosialisasi Isbat Nikah Terpadu

Rabu, 13 Mei 2026 13:44 WIB
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo. (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

DKPP Kabupaten Serang Pastikan Hewan Kurban Aman Dikonsumsi Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 16:27 WIB
Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat

Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat

Senin, 11 Mei 2026 17:50 WIB
Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 11:13 WIB
Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 52 Kasus Kriminal dalam Sebulan, 36 Tersangka Ditahan

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 52 Kasus Kriminal dalam Sebulan, 36 Tersangka Ditahan

Kamis, 14 Mei 2026 07:46 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.