SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tangerang, H. Didin Tohirudin, menyambut positif langkah damai yang ditempuh PPP secara nasional, setelah sekian lama dilanda dualisme kepemimpinan.
Islah yang mempertemukan dua tokoh sentral partai—Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono dan mantan Ketum versi muktamar, Agus Suparmanto—di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, pada Senin (6/10), dinilai sebagai momen penting dalam sejarah PPP.
Pertemuan yang difasilitasi langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Mardiono dan Agus berjabat tangan dan berangkulan, menandai berakhirnya ketegangan yang sempat memecah belah tubuh partai berlambang kabah tersebut.
Ketua DPC PPP Kabupaten Tangerang, H. Didin Tohirudin, menegaskan bahwa islah ini merupakan angin segar, khususnya bagi kader-kader di daerah yang selama ini menantikan kepastian arah kepemimpinan partai.
“Ini adalah kabar baik yang sudah lama kami nanti. PPP lahir dari semangat persatuan, bukan perpecahan. Dengan bersatunya Pak Mardiono dan Pak Agus, kami di daerah kini bisa kembali fokus bekerja untuk umat dan rakyat,” ujar Didin saat ditemui di Kantor DPC PPP Kabupaten Tangerang, Selasa (7/10).
Lebih lanjut, Didin mengapresiasi langkah cepat Menteri Hukum Supratman yang langsung menetapkan struktur kepengurusan hasil kesepakatan kedua pihak. Dalam SK yang diumumkan, Muhammad Mardiono tetap menjabat Ketua Umum, Agus Suparmanto menjadi Wakil Ketua Umum, Gus Yasin sebagai Sekjen, dan Imam Fauzan menjabat Bendahara Umum.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Juarai Arena Menembak Popda XII Banten
“Struktur baru ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kompromi. Kami siap menjalankan garis organisasi dan menyukseskan agenda-agenda strategis partai, termasuk menyongsong Pemilu 2029,” tambahnya.
Didin juga mengajak seluruh kader PPP di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya untuk kembali merapatkan barisan dan meninggalkan perbedaan demi kemajuan bersama.
“Sudah waktunya kita bersatu dan bangkit. Jangan biarkan perpecahan menggerogoti perjuangan kita untuk umat. Islah ini bukan akhir, tapi awal baru bagi kebesaran PPP ke depan,” tutupnya.
Dengan berakhirnya konflik internal ini, banyak pihak berharap PPP akan kembali solid dan menjadi kekuatan politik Islam moderat yang diperhitungkan di kancah nasional, terlebih dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu serentak 2029. (aditya)
