SATELITNEWS.COM, TOKYO — Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan pertemuannya dengan Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo, Senin (29/3), untuk mendorong penguatan kerja sama strategis, terutama di bidang investasi, energi, dan lingkungan hidup.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah upaya Indonesia menarik lebih banyak investasi berkualitas dari Jepang, yang selama ini menjadi salah satu mitra ekonomi utama. Dalam pertemuan empat mata selama sekitar 45 menit, kedua pemimpin membahas kepentingan bersama yang dinilai krusial bagi keberlanjutan kerja sama jangka panjang.
“Meliputi investasi, energi hingga pelestarian lingkungan hidup,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi.
Setibanya di Istana Kekaisaran, Prabowo disambut langsung oleh Kaisar Naruhito. Keduanya kemudian berjalan menuju ruang resepsi sebelum melakukan sesi foto bersama dan melanjutkan pembicaraan tertutup.
Agenda di istana ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan di Rensui North, Imperial Palace, dengan total rangkaian berlangsung sekitar dua jam.
Selain bertemu Kaisar, Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Fumihito. Interaksi di tingkat keluarga kekaisaran ini dinilai penting sebagai bagian dari diplomasi simbolik yang selama ini menjadi fondasi hubungan Indonesia–Jepang.
Baca Juga: Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap
Kunjungan ini berlangsung atas undangan langsung Kaisar Naruhito. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, lawatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan bilateral di berbagai sektor strategis.
Di tengah dinamika global, Jepang tetap menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur, infrastruktur, dan energi. Karena itu, pertemuan ini dipandang sebagai momentum untuk menjaga kesinambungan investasi sekaligus membuka peluang kerja sama baru, termasuk di bidang transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi putranya Ragowo Hediprasetyo (Didit), serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Usai agenda di Istana Kekaisaran, Prabowo dijadwalkan melanjutkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Jepang menjadi salah satu tujuan awal lawatan luar negeri Prabowo sebelum melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan.
Langkah ini menegaskan fokus pemerintah pada penguatan kemitraan dengan negara-negara kunci di Asia, di tengah persaingan ekonomi dan transisi energi yang kian intens di kawasan.
Di Tokyo, Prabowo juga menghadiri Japan-Indonesia Business Forum bersama anggota Kabinet Merah Putih serta para pengusaha dari Indonesia. Dalam forum bisnis itu disepakati ada sekitar 10 kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dan Jepang. Nilainya cukup fantastis mencapai US$ 22,6 miliar atau sekitar Rp 381,9 triliun (kurs Rp 16.900).
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Berharap Investasi Tak Terganggu Penetapan LBS
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang yang saling melengkapi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor prioritas, termasuk industri, energi, dan pengembangan teknologi. (rmg/xan)
