Selasa, 30 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

BI Begadang Demi Jaga Rupiah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Apr 2026 16:43 WIB
Rubrik Nasional
BI Begadang Demi Jaga Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (tengah) dalam agenda Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) memperketat pemantauan pasar valuta asing dengan pengawasan 24 jam di tengah meningkatnya tekanan global yang dipicu eskalasi konflik Timur Tengah, yang mengganggu aliran energi, meningkatkan volatilitas harga minyak, dan mempercepat pergeseran arus modal ke aset safe haven.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral kini harus mengikuti ritme perdagangan global yang bergerak tanpa jeda dari Asia hingga Amerika Serikat.

“Jadi BI sekarang buka 24 jam. Jadi di Singapura buka 1 jam di Hongkong kita udah buka juga. Kemudian nanti kita tutup, jam 3 tutup, Eropanya masih jalan. Kemudian teman-teman istirahat sebentar, nanti jam 9 di Amerika, kita kan sekitar jam 8 atau 9 malam, Amerika ini buka. Jadi kita tetap melek,” ujarnya dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rupiah melemah di tengah penguatan dolar AS yang kembali menembus level psikologis di atas 100 pada indeks DXY, seiring meningkatnya risk-off global setelah eskalasi konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Tekanan terlihat serempak di emerging markets ketika investor beralih ke aset aman di tengah lonjakan ketidakpastian geopolitik dan energi.

Sejak akhir Februari, rupiah tercatat melemah 1,91% dengan depresiasi year to date 2,39%, dan sempat diperdagangkan di kisaran Rp 17.130 per dolar AS, mengikuti penguatan dolar yang kembali menjadi aset dominan global.

Tekanan lebih dulu tercermin di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), yang sempat bergerak di atas Rp 17.100 sebelum pasar spot domestik menyesuaikan. Pergerakan ini mempercepat repricing ekspektasi nilai tukar di Asia.

Baca Juga: Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

“Kadang di NDF itu rupiah sudah bergerak duluan, padahal belum ada transaksi riil. Kalau tidak direspons, pagi harinya bisa terbawa ke pasar spot,” kata Destry.

Pergerakan tersebut diikuti pelemahan mata uang kawasan, termasuk won Korea Selatan, baht Thailand, dan dolar Singapura, di tengah penguatan dolar dan meningkatnya permintaan aset lindung nilai.

BeritaTerbaru

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB
Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Sabtu, 20 Jun 2026 11:00 WIB
Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni

Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni

Sabtu, 20 Jun 2026 10:55 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Pagi Tadi

Jumat, 19 Jun 2026 11:28 WIB

BI merespons dengan intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan NDF offshore, serta menjaga likuiditas rupiah melalui pertumbuhan uang primer (M0) di atas 10%.

Di pasar obligasi, aliran dana asing menunjukkan stabilisasi dengan sebagian kembali ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meski secara keseluruhan masih mencatat outflow sekitar Rp 21 triliun sejak tekanan global meningkat.

Di pasar energi, eskalasi konflik AS–Israel–Iran kembali mengganggu jalur distribusi di Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia. Brent sempat menembus di atas US$100 per barel, memicu penguatan dolar AS dan tekanan lanjutan pada aset berisiko.

Rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.113–17.127 per dolar AS dalam sesi terakhir, seiring penguatan dolar dan pelemahan serentak mata uang Asia.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000, BI Perkuat Intervensi

Di sisi komoditas, kenaikan harga minyak turut mengangkat harga ekspor utama Indonesia, termasuk batu bara, crude palm oil (CPO), dan emas, di tengah meningkatnya permintaan aset lindung nilai global.

Iran yang menyumbang sekitar 5% produksi minyak global memiliki dampak tidak proporsional karena Selat Hormuz menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, membuat setiap gangguan langsung tercermin pada harga energi dan sentimen risiko global.

BI memetakan transmisi tekanan global melalui tiga kanal utama. Kanal finansial ditandai risk-off dan arus keluar dari emerging markets. Kanal komoditas dipimpin lonjakan minyak yang merembet ke emas, batu bara, aluminium, dan CPO. Kanal perdagangan dan produksi muncul dari disrupsi rantai pasok di kawasan Teluk yang berdampak ke Tiongkok, Uni Emirat Arab, Turki, dan Indonesia.

“Ini kondisi yang nggak terlalu bagus buat ekonomi global ya, yang namanya stagflasi. Ekonominya stagnan, inflasinya naik gitu. Nah jadi ini yang tentu dampaknya respons kebijakan ini menjadi penting. Beberapa negara melakukan respons kebijakan, fiskalnya akan lebih longgar. Kemudian juga kebijakan moneter yang tadi akan mulai tren ke bawah, mereka akan lebih berhati-hati,” pungkas Destry. (rmg/xan)

Tags: Bank IndonesiaBIRupiah
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen

Kamis, 18 Jun 2026 15:59 WIB
Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan
Nasional

Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan

Kamis, 18 Jun 2026 15:57 WIB
Pemerintah Evaluasi Total Program MBG
Nasional

Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

Rabu, 17 Jun 2026 16:16 WIB
Makelar Kasus Tak Sakti Tanpa Orang Dalam, Ketua KPK Soroti Jabatan “Basah-Kering”
Nasional

Makelar Kasus Tak Sakti Tanpa Orang Dalam, Ketua KPK Soroti Jabatan “Basah-Kering”

Rabu, 17 Jun 2026 15:37 WIB
Korban Kasus Hanania Capai 1.286 Orang, Total Kerugian Rp35,34 Miliar
Nasional

Korban Kasus Hanania Capai 1.286 Orang, Total Kerugian Rp35,34 Miliar

Rabu, 17 Jun 2026 15:34 WIB
Pertamina Klarifikasi Struk Rp18.040, Biodiesel B50 Mulai 1 Juli
Nasional

Pertamina Klarifikasi Struk Rp18.040, Biodiesel B50 Mulai 1 Juli

Selasa, 16 Jun 2026 21:08 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar

Jumat, 26 Jun 2026 13:45 WIB
Brasil vs Jepang, Jangan Anggap Remeh

Brasil vs Jepang, Jangan Anggap Remeh

Minggu, 28 Jun 2026 17:58 WIB
Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung Dibidik Jadi “Malioboro-nya Lebak”

Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung Dibidik Jadi “Malioboro-nya Lebak”

Rabu, 24 Jun 2026 17:52 WIB
Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Selesai Digarap

Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Selesai Digarap

Kamis, 25 Jun 2026 19:34 WIB
Terdakwa Kasus Dugaan Penistaan Agama di Lebak Disidang

Terdakwa Kasus Dugaan Penistaan Agama di Lebak Disidang

Rabu, 24 Jun 2026 20:17 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.