Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

BI Begadang Demi Jaga Rupiah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Apr 2026 16:43 WIB
Rubrik Nasional
BI Begadang Demi Jaga Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (tengah) dalam agenda Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) memperketat pemantauan pasar valuta asing dengan pengawasan 24 jam di tengah meningkatnya tekanan global yang dipicu eskalasi konflik Timur Tengah, yang mengganggu aliran energi, meningkatkan volatilitas harga minyak, dan mempercepat pergeseran arus modal ke aset safe haven.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral kini harus mengikuti ritme perdagangan global yang bergerak tanpa jeda dari Asia hingga Amerika Serikat.

“Jadi BI sekarang buka 24 jam. Jadi di Singapura buka 1 jam di Hongkong kita udah buka juga. Kemudian nanti kita tutup, jam 3 tutup, Eropanya masih jalan. Kemudian teman-teman istirahat sebentar, nanti jam 9 di Amerika, kita kan sekitar jam 8 atau 9 malam, Amerika ini buka. Jadi kita tetap melek,” ujarnya dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rupiah melemah di tengah penguatan dolar AS yang kembali menembus level psikologis di atas 100 pada indeks DXY, seiring meningkatnya risk-off global setelah eskalasi konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Tekanan terlihat serempak di emerging markets ketika investor beralih ke aset aman di tengah lonjakan ketidakpastian geopolitik dan energi.

Sejak akhir Februari, rupiah tercatat melemah 1,91% dengan depresiasi year to date 2,39%, dan sempat diperdagangkan di kisaran Rp 17.130 per dolar AS, mengikuti penguatan dolar yang kembali menjadi aset dominan global.

Tekanan lebih dulu tercermin di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), yang sempat bergerak di atas Rp 17.100 sebelum pasar spot domestik menyesuaikan. Pergerakan ini mempercepat repricing ekspektasi nilai tukar di Asia.

Baca Juga: Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

“Kadang di NDF itu rupiah sudah bergerak duluan, padahal belum ada transaksi riil. Kalau tidak direspons, pagi harinya bisa terbawa ke pasar spot,” kata Destry.

Pergerakan tersebut diikuti pelemahan mata uang kawasan, termasuk won Korea Selatan, baht Thailand, dan dolar Singapura, di tengah penguatan dolar dan meningkatnya permintaan aset lindung nilai.

BeritaTerbaru

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB

BI merespons dengan intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan NDF offshore, serta menjaga likuiditas rupiah melalui pertumbuhan uang primer (M0) di atas 10%.

Di pasar obligasi, aliran dana asing menunjukkan stabilisasi dengan sebagian kembali ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meski secara keseluruhan masih mencatat outflow sekitar Rp 21 triliun sejak tekanan global meningkat.

Di pasar energi, eskalasi konflik AS–Israel–Iran kembali mengganggu jalur distribusi di Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia. Brent sempat menembus di atas US$100 per barel, memicu penguatan dolar AS dan tekanan lanjutan pada aset berisiko.

Rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.113–17.127 per dolar AS dalam sesi terakhir, seiring penguatan dolar dan pelemahan serentak mata uang Asia.

Baca Juga: Bank Indonesia Buka Seleksi Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer, Cek Persyaratannya

Di sisi komoditas, kenaikan harga minyak turut mengangkat harga ekspor utama Indonesia, termasuk batu bara, crude palm oil (CPO), dan emas, di tengah meningkatnya permintaan aset lindung nilai global.

Iran yang menyumbang sekitar 5% produksi minyak global memiliki dampak tidak proporsional karena Selat Hormuz menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, membuat setiap gangguan langsung tercermin pada harga energi dan sentimen risiko global.

BI memetakan transmisi tekanan global melalui tiga kanal utama. Kanal finansial ditandai risk-off dan arus keluar dari emerging markets. Kanal komoditas dipimpin lonjakan minyak yang merembet ke emas, batu bara, aluminium, dan CPO. Kanal perdagangan dan produksi muncul dari disrupsi rantai pasok di kawasan Teluk yang berdampak ke Tiongkok, Uni Emirat Arab, Turki, dan Indonesia.

“Ini kondisi yang nggak terlalu bagus buat ekonomi global ya, yang namanya stagflasi. Ekonominya stagnan, inflasinya naik gitu. Nah jadi ini yang tentu dampaknya respons kebijakan ini menjadi penting. Beberapa negara melakukan respons kebijakan, fiskalnya akan lebih longgar. Kemudian juga kebijakan moneter yang tadi akan mulai tren ke bawah, mereka akan lebih berhati-hati,” pungkas Destry. (rmg/xan)

Tags: Bank IndonesiaBIRupiah
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji
Nasional

Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Selasa, 1 Sep 2026 17:46 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas
Bisnis

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle
Nasional

Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle

Senin, 31 Agu 2026 17:31 WIB
Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan
Nasional

Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan

Senin, 31 Agu 2026 17:28 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pasar Tigaraksa Tangerang Sepi, Banyak Pedagang Gulung Tikar

Pasar Tigaraksa Tangerang Sepi, Banyak Pedagang Gulung Tikar

Selasa, 1 Sep 2026 21:42 WIB
BERBINCANG -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, berbincang dengan siswa/siswi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 yang sedang mengikuti MPLS. (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Motivasi Siswa Sekolah Rakyat yang Sedang Mengikuti MPLS

Senin, 31 Agu 2026 16:16 WIB
Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Jumat, 4 Sep 2026 07:41 WIB
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana. (ISTIMEWA)

Diduga Korupsi Kredit Rp9,4 Miliar, Pegawai Bank BJB Banten Diamankan ke Mapolda

Kamis, 3 Sep 2026 17:19 WIB
Kepala Dinsos Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian. (ISTIMEWA)

Dinsos Kabupaten Serang Buka Ruang Pembaruan Data Masyarakat

Rabu, 2 Sep 2026 20:29 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.