Rabu, 9 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berketuhanan Substansi Kesaktian Pancasila

Oleh: Dedi Sutendi*

Oleh Deddy Maqsudi
Minggu, 4 Okt 2020 14:29 WIB
Rubrik Kolom
Berketuhanan Substansi Kesaktian Pancasila

Dedi Sutendi, Staff Pengajar SMA GIS 2 Serpong/ Owner Syahmi Ceter. (DOK/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SEBAGAI bangsa yang besar Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa daerah, bahkan jenis-jenis pakaian dan makanan tradisional masing-masing berbeda. Nikmat keanekaragaman inilah yang satu sisi bisa menjadi motivasi untuk menjadikan Indonesia negara yang besar dan berpengaruh di dunia, satu sisi keragaman tersebut terkadang justru menjadi sumber konflik yang justru dijadikan amunisi benih-benih perpecahan dan permusuhan.

Dalam konteks inilah maka diperlukan perekat bagi bangsa Indonesia agar tetap menjadi bangsa yang utuh di tengah keragaman tersebut. Maka para pendiri bangsa telah sepakat bahwa diperlukan dasar negara sekaligus sebagai nilai etika dalam bernegara. Mereka merumuskannya lima dasar yang mengikat semua elemen bangsa. Lima dasar tersebut yang disepakati untuk berbangsa dan bernegara, yang disebut sebagai Pancasila.

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi bagian terpenting bangsa Indonesia, karena di dalamnya sudah merangkum nilai-nilai yang memang telah lama ada di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam perjalanan sejarahya, Pancasila tidak menjadi “barang mati”. Pancasila yang mengandung nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan mengalami resistensi dari pemahaman ideologi lain. Sejarah kelam pertentangan nilai-nilai Pancasila adalah adanya gerakan yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dengan ideologi Komunis. Konteks inilah Pancasila diuji “kesaktiannya”. Alhamdulillah gerakan tersebut dapat tertangani oleh kekuatan ummat dan TNI. Gerakan yang disebut Pemberontakan PKI 30 September 1965, berhasil ditumbangkan. Momen inilah yang menjadikan setiap tahunnya bangsa Indonesia memperingati “Kesaktian Pancasila”.

Ketika momen perlawanan terhadap gerakan pemberontakan PKI elemen utama yang menyelesaikannya adalah ummat Islam, terutama kaum Nahdhiyin di wilayah Jawa, sebagai sentral perlawanan. Ini adalah bukti bahwa kesaktian Pancasila adalah peran besar para ulama membentengi ummat dari serangan pemikiran “Anti Ketuhanan”.

Maka substansi dari kesaktian Pancasila adalah kekuatan Ketuhanan yang hadir di tengah-tengah ummat. Peringatan hari Kesaktian pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotism yang cenderung mulai luntur dengan spirit Ketuhanan.

Baca Juga: Plh Sekda Pandeglang Ajak Masyarakat Merefleksikan Nilai Pancasila

Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Pancasila adalah dasar Negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia termasuk kehidupan berpolitik, karena itu politik yang hadir dan lahir di bangsa Indonesia harus tunduk pada Pancasila, terutama sila Ketuhanan.

Pancasila mengandung berbagai makna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Makna yang pertama adalah moralitas, yaitu sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti bahwa Negara bangsa Indonesia bukanlah Negara teokrasi yang hanya berdasarkan kekuasaan Negara dan penyelenggaraan Negara pada legitimasi religius.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Kekuasaan kepala Negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, seperti beberapa negara di Timur Tengah. melainkan berdasarkan legitimasi hukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karena asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas.

Kesaktian Pancasila memiliki makna penting bagi seluruh warga Negara Indonesia, bahwa Pancasila merupakan pedoman serta dasar Negara yang tidak dapat dan tidak boleh diubah oleh siapapun, termasuk penguasa. Makna kesaktian Pancasila yaitu hari di mana seluruh elemen bangsa dapat menjaga keutuhan semua sila yang ada di Pancasila. Lima sila yang ada, tidak boleh diperas-peras, dikristal menjadi tiga sila bahkan hanya menjadi satu sila. Sila Ketuhanan tetap dijadikan sila pertama dengan tidak perlu ditambah kebudayaan, karena jadi tidak relevan dan janggal.

Cak Nur dalam Bukunya, “Islam Kemodernan dan Keindonesiaan”, menulis bahwa di tangan penguasa atau pejabat yang tidak kreatif, Pancasila sering berfungsi sebagai pengenal diri yang dangkal, atau sebagai pemukul orang atau kelompok lain yang kebetulan “tidak berkenan di hati”. Menafsirkan nilai-nilai Pancasila hanya sebagai alat legitimasi kekuasaan. Tafsir tunggal terhadap nilai-nilai Pancasila sangat rawan dijadikan oleh penguasa untuk menyingkirkan lawan politinya.

Oleh karena itu, diperlukan sikap yang lebih proaktif terhadap nilai-nilai Pancasila, yaitu usaha mengetahui dan menghayati apa sebenarnya yang dikehendaki oleh nilai-nilai luhur itu sesuai pemikiran para pendiri dan penyusun Pancasila. Di sini berarti dikehendakinya adanya pemahaman kepada Pancasila lebih menyeluruh, memandang Pancasila sebagai ideologi terbuka. Tidak membenturkan Pancasila dengan agama, justru agama adalah sebagai penguat ideologi Pancasila, terutama nilai Ketuhanan.

Baca Juga: Upacara Kesaktian Pancasila di Pandeglang Digelar Terbatas

Nilai ketuhanan mesti hadir di berbagai segi keidupan berbangsa. Bidang pendidikan, maka nilai Ketuhanan menjadi dasar target dari pendidikan nasional, yaitu menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di bidang ekonomi, nilai Ketuhanan hadir sebagai landasannya, tidak merampas yang bukan haknya, tidak mengeksploitasi dengan mengabaikan asas keadilan. Bidang hukum, nilai Ketuhanan sebagai spirit agar hukum berpihak bukan kepada kekuasaan, tetapi kepada keadilan, membela kaum mustadh’afin. Bidang politik, maka Pancasila sebagai landasan dalam mengambil dan bersikap ketika menjabat, bahwa kekuasaan adalah amanah dan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia namun di akhirat. Berketuhanan tidak an sich  sebagai simbol kesalehan, tetapi menjadi etika yang wajib tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wallahu a’lam bishowab. (*)

*Staff Pengajar SMA GIS 2 Serpong/ Owner Syahmi Ceter

Tags: hari kesaktian pancasilakesaktian pancasila
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

Selasa, 8 Sep 2026 20:25 WIB
Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran

Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran

Kamis, 3 Sep 2026 19:49 WIB
Genset Mini Karang Taruna Curug Sangereng Antar Kabupaten Tangerang Juara TTG Banten 2026

Genset Mini Karang Taruna Curug Sangereng Antar Kabupaten Tangerang Juara TTG Banten 2026

Kamis, 3 Sep 2026 20:10 WIB
BELAJAR DARI RUMAH -- Seorang pelajar di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, melakukan belajar dari rumah didampingi orang tuanya, usai Pemkab Lebak memberlakukan PJJ yang kembali di perpanjangan sampai 11 September 2026, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Dampak Erupsi GAK Masih Terasa, Pemkab Lebak Perpanjang Kebijakan PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 19:17 WIB
SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Selasa 8 September 2026: Lokasi, Syarat dan Biayanya

Selasa, 8 Sep 2026 08:12 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.