Minggu, 17 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Kolom

Berketuhanan Substansi Kesaktian Pancasila

Oleh: Dedi Sutendi*

Oleh Deddy Maqsudi
Minggu, 4 Okt 2020 14:29 WIB
Rubrik Kolom
Berketuhanan Substansi Kesaktian Pancasila

Dedi Sutendi, Staff Pengajar SMA GIS 2 Serpong/ Owner Syahmi Ceter. (DOK/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SEBAGAI bangsa yang besar Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa daerah, bahkan jenis-jenis pakaian dan makanan tradisional masing-masing berbeda. Nikmat keanekaragaman inilah yang satu sisi bisa menjadi motivasi untuk menjadikan Indonesia negara yang besar dan berpengaruh di dunia, satu sisi keragaman tersebut terkadang justru menjadi sumber konflik yang justru dijadikan amunisi benih-benih perpecahan dan permusuhan.

Dalam konteks inilah maka diperlukan perekat bagi bangsa Indonesia agar tetap menjadi bangsa yang utuh di tengah keragaman tersebut. Maka para pendiri bangsa telah sepakat bahwa diperlukan dasar negara sekaligus sebagai nilai etika dalam bernegara. Mereka merumuskannya lima dasar yang mengikat semua elemen bangsa. Lima dasar tersebut yang disepakati untuk berbangsa dan bernegara, yang disebut sebagai Pancasila.

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi bagian terpenting bangsa Indonesia, karena di dalamnya sudah merangkum nilai-nilai yang memang telah lama ada di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam perjalanan sejarahya, Pancasila tidak menjadi “barang mati”. Pancasila yang mengandung nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan mengalami resistensi dari pemahaman ideologi lain. Sejarah kelam pertentangan nilai-nilai Pancasila adalah adanya gerakan yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dengan ideologi Komunis. Konteks inilah Pancasila diuji “kesaktiannya”. Alhamdulillah gerakan tersebut dapat tertangani oleh kekuatan ummat dan TNI. Gerakan yang disebut Pemberontakan PKI 30 September 1965, berhasil ditumbangkan. Momen inilah yang menjadikan setiap tahunnya bangsa Indonesia memperingati “Kesaktian Pancasila”.

Ketika momen perlawanan terhadap gerakan pemberontakan PKI elemen utama yang menyelesaikannya adalah ummat Islam, terutama kaum Nahdhiyin di wilayah Jawa, sebagai sentral perlawanan. Ini adalah bukti bahwa kesaktian Pancasila adalah peran besar para ulama membentengi ummat dari serangan pemikiran “Anti Ketuhanan”.

Maka substansi dari kesaktian Pancasila adalah kekuatan Ketuhanan yang hadir di tengah-tengah ummat. Peringatan hari Kesaktian pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotism yang cenderung mulai luntur dengan spirit Ketuhanan.

BeritaTerbaru

IMG_20250912_144908

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB

Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Pancasila adalah dasar Negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia termasuk kehidupan berpolitik, karena itu politik yang hadir dan lahir di bangsa Indonesia harus tunduk pada Pancasila, terutama sila Ketuhanan.

Pancasila mengandung berbagai makna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Makna yang pertama adalah moralitas, yaitu sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti bahwa Negara bangsa Indonesia bukanlah Negara teokrasi yang hanya berdasarkan kekuasaan Negara dan penyelenggaraan Negara pada legitimasi religius.

Kekuasaan kepala Negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, seperti beberapa negara di Timur Tengah. melainkan berdasarkan legitimasi hukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karena asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas.

Kesaktian Pancasila memiliki makna penting bagi seluruh warga Negara Indonesia, bahwa Pancasila merupakan pedoman serta dasar Negara yang tidak dapat dan tidak boleh diubah oleh siapapun, termasuk penguasa. Makna kesaktian Pancasila yaitu hari di mana seluruh elemen bangsa dapat menjaga keutuhan semua sila yang ada di Pancasila. Lima sila yang ada, tidak boleh diperas-peras, dikristal menjadi tiga sila bahkan hanya menjadi satu sila. Sila Ketuhanan tetap dijadikan sila pertama dengan tidak perlu ditambah kebudayaan, karena jadi tidak relevan dan janggal.

Cak Nur dalam Bukunya, “Islam Kemodernan dan Keindonesiaan”, menulis bahwa di tangan penguasa atau pejabat yang tidak kreatif, Pancasila sering berfungsi sebagai pengenal diri yang dangkal, atau sebagai pemukul orang atau kelompok lain yang kebetulan “tidak berkenan di hati”. Menafsirkan nilai-nilai Pancasila hanya sebagai alat legitimasi kekuasaan. Tafsir tunggal terhadap nilai-nilai Pancasila sangat rawan dijadikan oleh penguasa untuk menyingkirkan lawan politinya.

Oleh karena itu, diperlukan sikap yang lebih proaktif terhadap nilai-nilai Pancasila, yaitu usaha mengetahui dan menghayati apa sebenarnya yang dikehendaki oleh nilai-nilai luhur itu sesuai pemikiran para pendiri dan penyusun Pancasila. Di sini berarti dikehendakinya adanya pemahaman kepada Pancasila lebih menyeluruh, memandang Pancasila sebagai ideologi terbuka. Tidak membenturkan Pancasila dengan agama, justru agama adalah sebagai penguat ideologi Pancasila, terutama nilai Ketuhanan.

Nilai ketuhanan mesti hadir di berbagai segi keidupan berbangsa. Bidang pendidikan, maka nilai Ketuhanan menjadi dasar target dari pendidikan nasional, yaitu menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di bidang ekonomi, nilai Ketuhanan hadir sebagai landasannya, tidak merampas yang bukan haknya, tidak mengeksploitasi dengan mengabaikan asas keadilan. Bidang hukum, nilai Ketuhanan sebagai spirit agar hukum berpihak bukan kepada kekuasaan, tetapi kepada keadilan, membela kaum mustadh’afin. Bidang politik, maka Pancasila sebagai landasan dalam mengambil dan bersikap ketika menjabat, bahwa kekuasaan adalah amanah dan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia namun di akhirat. Berketuhanan tidak an sich  sebagai simbol kesalehan, tetapi menjadi etika yang wajib tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wallahu a’lam bishowab. (*)

*Staff Pengajar SMA GIS 2 Serpong/ Owner Syahmi Ceter

Tags: hari kesaktian pancasilakesaktian pancasila
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
IMG-20250722-WA0004
Kolom

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Di Provinsi Banten Setelah Terbentuk Mau Dibawa Kemana ?

Selasa, 22 Jul 2025 09:23 WIB
IMG-20250720-WA0009
Kolom

Regulasi Apotek Desa, Harapan Baru Atau Angan-angan Baru?

Minggu, 20 Jul 2025 11:45 WIB
Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)
Headline

Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)

Selasa, 15 Jul 2025 17:35 WIB
Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)
Headline

Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)

Senin, 14 Jul 2025 18:48 WIB
Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah
Kolom

Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah

Senin, 14 Jul 2025 18:33 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

ROTASI PEJABAT : Gubernur Banten melakukan rotasi pejabat untuk menutup kekosongan jabatan beberapa waktu lalu karena ditinggal pensiun. Di tahun 2026 ini, akan ada 360 ASN pensiun dan menyisakan puluhan jabatan kosong. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Puluhan Jabatan Dipastikan Kosong, Tahun Ini, 360 ASN Pemprov Banten Pensiun

Selasa, 12 Mei 2026 16:38 WIB
Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Kamis, 14 Mei 2026 12:11 WIB
Taklukkan Lens, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1

Taklukkan Lens, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1

Kamis, 14 Mei 2026 08:02 WIB
IMG_20260516_161314

695 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Beroperasi

Sabtu, 16 Mei 2026 16:19 WIB
Inter Sandingkan Dua Gelar Juara di Italia

Inter Sandingkan Dua Gelar Juara di Italia

Kamis, 14 Mei 2026 08:09 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.