Selasa, 16 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pemkot Tangerang Rampungkan Rapid Tes

Oleh Deddy Maqsudi
Senin, 30 Mar 2020 14:50 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Pemkot Tangerang Rampungkan Rapid Tes

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN: Seorang warga binaan menyaksikan petugas dari PMI Kota Tangerang melakukan penyemprotan cairan disinfektan di depan area kamar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Kota Tangerang, Minggu, (29/3). Penyemprotan merupakan salah satu langkah mengantisipasi penyebaran Virus Corona di lapas. (DEDE KURNIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan rapid test Covid-19 secara diam-diam selama tiga hari. Tes dilakukan kepada 2.400 spesimen di sejumlah Puskesmas milik pemerintah daerah setempat. Hingga Minggu (29/3), belum ada pengumuman lebih lanjut terkait hasil tes tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Protokot Pemkot Tangerang Buceu Gartina mengklaim rapid res telah dilaksanakan sejak Kamis (26/3) dan berakhir pada Sabtu, (28/3). Penyelenggaraan tes dilakukan di setiap Puskesmas yang ada di Kota Tangerang.

“Jadi untuk rapid sudah dilaksanakan di Kota Tangerang itu dari hari Kamis sampai dengan Sabtu kemarin. Jadi itu dilaksanakannya ada di puskesmas masing-masing,” ujar Buceu, Minggu (29/3).

Menurut Buceu, jatah alat rapid test yang diberikan ke masing-masing Puskesmas diatur sesuai data pandemi di wilayah. Jumlahnya tidak dibakukan.

Target rapid tes adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta masyarakat yang sempat berinteraksi dengan PDP. Selain itu petugas medis yang menangani PDP dan ODP.

“Untuk puskesmas masing masing sekalian melakukan pemantauan terhadap ODP, PDP dan beberapa tenaga kesehatan dan juga di beberapa rumah sakit di kota Tangerang,” ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol Apresiasi Pemkot Tangerang

Hingga kemarin hasil dari pelaksanaan rapid test belum dapat disampaikan. “Jadi ada kurang lebih 2.400 yang kita test untuk sementara kita hasilnya belum dapat,” tambah Buceu.

Menurut mantan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang ini rapid test sengaja dilaksanakan secara tertutup. Tujuannya untuk melindungi identitas ODP dan PDP serta sebagai salah upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 meluas.

BeritaTerbaru

BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan

BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan

Minggu, 14 Jun 2026 21:46 WIB
Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane

Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane

Minggu, 14 Jun 2026 19:38 WIB
Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS

Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS

Minggu, 14 Jun 2026 19:29 WIB
Warga Kompleks Ayodya Tangerang Keluhkan Pemutusan Air Bersih

Warga Kompleks Ayodya Tangerang Keluhkan Pemutusan Air Bersih

Minggu, 14 Jun 2026 16:55 WIB

“Kalau terbuka diliput bayangkan identitas yang ODP dan PDP harus kami rahasiakan sesuai protokol. Kalau diliput nanti terpapar siapa yang tanggung jawab. Sudah gitu pulang, nongkrong makin panjang. Saya saja tidak ikutan liput,” ujarnya.

Satelit News mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi.  Saat dihubungi melalui aplikasi pesat singkat, Liza tidak menanggapinya. Begitu juga saat dihubungi melalui sambungan telefon.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Gatot Wibowo meminta agar data rapid tes dipublikasikan. Pemkot Tangerang diminta kooperatif dalam menyampaikan informasi ke publik.

“Seharusnya mereka bisa pro aktif. Seharusnya dipublikasi biar masyarakat tahu dan tidak menduga-duga. Padahal kita sudah susah payah mengurusi beginian. Selain persoalan pekerjaan kita juga turun,” ujarnya.

Baca Juga: Tekan Parkir Liar, Pemkot Tangerang Ujicoba Tutup Area Taman Elektrik Pada Akhir Pekan

Menurut Gatot, penyelenggaraan rapid test tanpa ada data dan publikasi yang jelas dapat menimbulkan spekulasi negatif dari masyarakat. Target rapid test yang seharusnya diperuntukan masyarakat umum juga rentan disalahgunakan oleh pejabat.

Dari data terkini hingga berita ini ditulis yang diperoleh Satelit News di https://covid19.tangerangkota.go.id/ wabah Covid-19 sudah merata di 13 Kecamatan di Kota Tangerang. Total ada 466 ODP, 79 PDP dan 21 Positif Covid-19. 4 orang meninggal akibat virus ini dan 1 orang sembuh.

Sementara itu, kasus penularan virus corona jenis baru di Indonesia makin bertambah. Terbaru, pada Minggu (29/3) ada pertambahan 130 kasus baru positif virus Corona. Artinya total jumlah kasus positif kini sudah sebanyak 1.285 kasus positif di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, angka pertambahan yang signifikan di masyarakat saat ini menggambarkan bahwa penularan masih terjadi. Masyarakat belum patuh dengan adanya jarak fisik dalam interaksi sosial atau physical distancing. Dan masih ada pasien yang sakit, tapi masih belum mengisolasi diri.

“Positif tambah 130 kasus baru, jadi 1.285 kasus. Penambahan angka positif ini gambaran bahwa di luar di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi diri. Penularan terjadi dari kontak dekat. Belum cuci tangan dengan sabun. Saya minta, jaga jarak,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (29/3).

Yurianto menegaskan jumlah kasus positif itu adalah total dari keseluruhan spesimen yang sudah diperiksa di laboratorium di seluruh Indonesia. Total spesimen yang sudah diperiksa yakni sekitar 6.500 orang.

Baca Juga: Hari Buruh 2026 Berlangsung Meriah, Sachrudin: Terus Berkolaborasi Wujudkan Kesejahteraan

Kasus meninggal dunia juga bertambah. Selang sehari, ada penambahan pasien meninggal sebanyak 12 jiwa. Artinya total orang yang meninggal adalah sebanyak 114 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh cenderung lebih lambat. Hanya ada 5 tambahan pasien sembuh. Sehingga total pasien sembuh baru 64 orang.

Achmad Yurianto, mengatakan tidak semua pasien yang positif virus corona bisa dirawat di rumah sakit (RS). Sebagian diharap bisa mengisolasi dirinya sendiri di rumah dengan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Perawatan di rumah sakit akan selektif kita lakukan untuk yang memang betul-betul terindikasi penyakit ini dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan isolasi diri,” kata Achmad Yurianto.

“Termasuk pada kelompok yang sangat rentan orang tua, orang dengan penyakit sebelumnya: dengan diabet, dengan hipertensi, kelainan jantung, kelainan paru-paru, dan sebagainya. Inilah yang membutuhkan layanan rawatan maksimal,” lanjutnya.

Masyarakat sangat diimbau untuk disiplin menerapkan langkah pencegahan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker bila sakit. Menurut pria yang akrab disapa Yuri ini, kasus terus bertambah karena ada pasien positif corona di tengah masyarakat yang tidak menjalankan isolasi diri dengan baik.

“Kekuatan terbesar kita adalah bagaimana secara bersama-sama masyarakat bisa memutuskan rantai penularan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Yuri. (irfan/gatot)

Baca Juga: Penertiban Lahan Eks SDN Rawa Bokor, Ini Penjelasan Kuasa Hukum Pemkot Tangerang

Tags: Covid-19dampak coronapemkot tangerangrapid testvirus corona
Share51TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kak Herman dalam Kenangan: Membina, Mengabdi, dan Menginspirasi Anak Muda
Kota Tangerang

Kak Herman dalam Kenangan: Membina, Mengabdi, dan Menginspirasi Anak Muda

Minggu, 14 Jun 2026 16:20 WIB
Kota Tangerang Pimpin Klasemen Sementara Popda Banten 2026
Bola & Sport

Kota Tangerang Pimpin Klasemen Sementara Popda Banten 2026

Minggu, 14 Jun 2026 16:08 WIB
Kecanduan Judol dan Bayar Pinjol, Karyawan di Ciputat Gelapkan 2 Mobil Showroom
Headline

Kecanduan Judol dan Bayar Pinjol, Karyawan di Ciputat Gelapkan 2 Mobil Showroom

Minggu, 14 Jun 2026 15:42 WIB
Gudang Obat Keras Ilegal di Kota Tangerang Terbongkar, 135 Ribu Butir Pil Disita Polisi
Headline

Gudang Obat Keras Ilegal di Kota Tangerang Terbongkar, 135 Ribu Butir Pil Disita Polisi

Minggu, 14 Jun 2026 14:17 WIB
IMG_20260614_105443
Kota Tangerang

PMI Kota Tangerang Gelar Cek Kesehatan dan Golongan Darah Gratis pada Hari Donor Darah Sedunia

Minggu, 14 Jun 2026 10:58 WIB
IMG_20260613_191707
Headline

Gagal Curi Mobil Boks, 2 Pelaku Ditangkap Polres Metro Tangerang

Sabtu, 13 Jun 2026 19:20 WIB
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang
Dinkes Tangsel Selamat Idul Adha
DAMKAR Tangsel Selamat Idul Adha
BKPSDM Tangsel Selamat Idul Adha
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Kota Tangerang Perlu Terobosan Atasi Krisis Sampah dan Banjir

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Efektivitas Penggunaan Anggaran

Sabtu, 13 Jun 2026 06:18 WIB
Sebanyak 22.867 Masyarakat Rentan Kota Tangerang Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 22.867 Masyarakat Rentan Kota Tangerang Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 10 Jun 2026 14:08 WIB
Bawa Saksi Kunci, Raffi Ahmad Buktikan Tak Pernah Lakukan Transaksi di Blueray

Bawa Saksi Kunci, Raffi Ahmad Buktikan Tak Pernah Lakukan Transaksi di Blueray

Kamis, 11 Jun 2026 16:14 WIB
IMG_20260612_155617

Prodi D3 Kebidanan UIS Raih Akreditasi Unggul, Siapkan Pembukaan S1 dan Profesi Bidan

Jumat, 12 Jun 2026 16:00 WIB
Akibat Jual Beli 6.877 titik SPPG, MBG Boros Rp1 T/ Bulan

Akibat Jual Beli 6.877 titik SPPG, MBG Boros Rp1 T/ Bulan

Kamis, 11 Jun 2026 17:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.