Rabu, 22 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Deradikalisasi Kenapa Tidak Wajib…?

Oleh: Sholehuddin, M.Pd*

Oleh Deddy Maqsudi
Minggu, 11 Des 2022 14:25 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Deradikalisasi Kenapa Tidak Wajib…?

DERADIKALISASI: Sholehuddin, M.Pd, Pegiat Deradikalisasi, Dosen FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Direktur Pusat Kajian Moderasi Beragama. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

PADA 7 Desember 2022, kita kembali dikejutkan oleh aksi Agus Sujatno atau biasa juga disebut Agus Muslim yang meledakkan diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung. Ini untuk kesekian kalinya, aksi terorisme kembali dilakukan oleh mantan napiter. Berbagai opini pun berseliweran di tengah masyarakat yang mempertanyakan kedigdayaan deradikalisasi. Kasus diatas agaknya menjadi pemicu untuk mengkritisi kembali program deradikalisasi. Ada apa dengan program deradikalisasi…?

Ditambah lagi, berderetnya penelitian mutakhir yang mengungkap tumbuhkembangnya radikalisme khususnya di kalangan Gen Z dan Milenial bahkan pelajar seolah kian menjadi ‘samsak’ menghujamnya pukulan bertubi. Di luar itu, beberapa tokoh pun menyoroti deradikalisasi ini, bahkan sebagian dari mereka memandang deradikalisasi berjalan secara tidak konsisten dan berkesinambungan.

Otokritik  ini menarik disimak, yang justru  berlatar dari kepedulian terhadap efektifitas deradikalisasi. Berbeda dengan pandangan yang sudah sejak awal didasari oleh ‘kaca mata kuda’ yang berbuah pandangan miring bahkan sinis terhadap deradikalisasi.

Benarkah deradikalisasi mengalami ‘mengalami apa yang disebut dengan titik jenuh’? seolah tanpa kreasi dan terobosan fundamental. Tentunya, masih perlu ‘uji kelayakan’. Rasanya, tak bisa sertamerta untuk ‘mengukur’ deradikalisasi dengan penampakan yang sejauh pandang

 

Deradikalisasi, kenapa tidak diwajibkan…?

Baca Juga: Anak Usia 10-17 Tahun Jadi Sasaran Jaringan Terorisme

Secara substantif, deradikalisasi yang merupakan upaya untuk membalikkan dari ideologi radikal ke moderat dan menerima 4 konsensus kebangsaan jelas adalah kepentingan negara, bukan kepentingan individu ataupun kelompok. Deradikalisasi merupakan upaya dari negara untuk menertibkan warganya yang memiliki ideologi kekerasan untuk menerima ideologi negara dengan tanpa syarat. Karena itu, menjadi hal yang mengherankan ketika deradikalisasi menjadi sebuah “tawaran” kepada kepada narapidana terorisme. Bukankah negara memiliki kewajiban untuk menjaga ideologi Pancasila agar tidak “direcoki” oleh ideologi lain.

Ini persoalan pendekatan dan cara melakukan deradikalisasi saja. Tidak perlu secara formal mengatakan bahwa ini adalah program deradikalisasi, karena yang terpenting adalah substansinya yaitu bagaimana bisa membalikkan dari ideologi radikal menjadi tidak radikal. Inilah pentinganya kreasi baru untuk mampu menerobos alasan napiter tidak menerima deradikalisasi.

BeritaTerbaru

Dua Terduga Begal di Lebak Babak Belur Dihajar Massa

Rabu, 22 Jul 2026 11:31 WIB
Buron ke Sumsel, Pelaku Curas di Tigaraksa Tangerang Dibekuk Polisi

Buron ke Sumsel, Pelaku Curas di Tigaraksa Tangerang Dibekuk Polisi

Selasa, 21 Jul 2026 22:49 WIB
Kemarau Melanda, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Menyusut

Kemarau Melanda, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Mulai Menyusut

Selasa, 21 Jul 2026 16:54 WIB
TERCEMAR : Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, tercemar limbah perusahaan. (DOKUMEN/SATELIT NEWS.COM)

Kasus Pencemaran Sungai Dilaporkan Ke Pusat, DLHK Banten Pastikan Sanksi Tegas Bagi Pelaku

Selasa, 21 Jul 2026 16:32 WIB

Bukankah deradikalisasi adalah pencerahan, di mana seseorang yang tadinya memiliki satu pandangan atau satu terma kemudian diberikan berbagai sudut pandang, sehingga memiliki berbagai alternatif untuk memihak dan bertindak. Jika begitu maka semestinya, deradikalisasi dapat menjadikan seseorang menjadi lebih pandai dan dewasa karena memiliki beragam alternatif pemahaman atas satu masalah. Nah…. Apakah ada orang yang tidak mau menjadi lebih pandai, dewasa dan lebih kaya alternatif dalam menyikapi satu masalah. Jika masih ada napiter yang menolak deradikalisasi, berarti ada yang salah dengan pembawaaan deradikalisasi.

Proses deradikalisasi tidak hanya persoalan materi deradikalisasi (kontra naratif) melainkan yang tidak kalah pentingnya adalah persoalan pendekatan, strategi dan cara yang digunakan. Hal ini penting, karena banyak di antara mereka (yang memiliki paham radikal terorisme) justru membuka diri bukan karena materi kontra naratif yang diberikan melainkan karena proses pendekatan, strategi dan cara-cara yang digunakan. Sekali lagi, ini adalah persoalan pembawaan dalam melakukan deradikalisasi, bagaimana deradikalisasi bisa dilalui oleh napiter tanpa mereka menyadarinya.

 

Tawaran “9 Wisdom Deradikalisasi Terorisme”

Baca Juga: Polda Metro Tahan 68 Orang Demo Ricuh, Tak Ada Tersangka Makar

Buku “9 Wisdom Deradikalisasi Terorisme” yang ditulis oleh penulis sendiri, mengungkap 9 kebijaksanaan yang dapat dilakukan dalam proses deradikalisasi yang lebih menekankan pada pendekatan kemanusiaan “humanisasi”. Pendekatan ini mengedepankan nilai–nilai kemanusiaan yang universal dengan mengungkap berbagai sisi kemanusiaan yang sebenarnya lazim dimiliki dan dirasakan oleh setiap orang, akan tetapi tidak “ngeh” atau tidak disadari sebagai titik masuk dan juga titik balik mereka untuk menyadari kekeliruan dengan mengikuti paham radikal terorisme. Upaya membangun keterbukaan dan kesadaran itulah yang menjadi point penting dari 9 wisdom tersebut, yaitu pertama,   Pelajari dulu kasus dan jaringannya, kedua kenali jaringannya, ketiga  pandang dengan tatapan kesetaraan, keempat tebarlah belas kasih, kelima  dekatilah dengan hati, keenam  siap jadi pendengar yang baik, ketujuh ingatkan indahnya keluarga, kedelapan pakai ilmu dong dan kesembilan  rawatlah dengan ketelatenan.

 

“Tim hantu”

Kerja, kerja dan kerja, ini merupakan semboyan yang terus dikibarkan oleh tim pelaksana deradikalisasi. Ya, mereka bekerja tidak dibawah sorotan apapun. Mereka bekerja dalam ‘senyap’ tanpa gaduh,  citra dan basa-basi. Mereka ini laiknya disemati sebagai ‘tim hantu’.

Menangani deradikalisasi butuh kecermatan dalam menelisik varian dan tipologi mereka. Karenanya, tim perlu bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Mereka harus mampu menaksir, menakar dan menilai seraya memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Setiap pertemuan dengan sasaran, mereka senantiasa berlaku sabar, santun dan lembut. Mereka menjadi pendengar setia segala keluh kesah. Dalam bekerja ini juga sebenarnya ada kesinambungan baik secara dukungan kebijakan maupun panggilan pribadi. Tak heran, tim banyak menemukan fakta terjadinya jalinan yang baik dengan mantan napiter, keluarga dan jaringannya.

Bukankah keberadaan teroris bagaikan ‘hantu’?. Mereka bisa bergentayangan dimana-mana. Aksinya pun juga tak bisa ditebak, tiba-tiba menggelegar dan membuat publik gemetar, seperti yang kemaren terjadi di Mapolsek Astana Anyar, seolah tanpa angin tanpa hujan, seorang Agus Muslim tiba-tiba meledakkan diri. Ini fakta yang dilakukan oleh kalangan  ‘teroris aktif’. Sementara mereka para mantan teroris yang sudah bebas dari penjara, keberadaannya memang sudah terdeteksi karena lazimnya sudah terdata di Lapas. Hanya saja, mereka tak jarang pindah alamat, sehingga langkah menemui kadang berlarut-larut. Beda dengan kalangan jaringan yang seringkali sulit dideteksi. Untuk bisa mengungkap jaringan ini, diantaranya perlu kreasi pendekatan kepada para ‘narsum’ yaitu mantan napiter.

Disinilah peran ‘tim hantu’ yang melakukan perburuan terhadap jaringan radikal secara senyap. Ya mereka ibaratnya pula sebagai ‘ghostbuster’, tetapi bukan untuk ‘menghabisi’, melainkan melalui ‘jalan damai’ dengan mendekati dan merangkul sehingga menetaskan kesadaran kebangsaan, keagamaan moderat dan menerima keragaman sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak bisa diseragamkan. Bila aksi teroris membuat galau masyarakat, maka aksi ‘tim hantu’ ini berperan melempangkan jalan menuju rasa aman kepada masyarakat. (*)

 

*(Pegiat Deradikalisasi, Dosen FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Direktur Pusat Kajian Moderasi Beragama)

Tags: deradikalisasiTerorisme
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kepala BPKAD Provinsi Banten, Mahdani. (ISTIMEWA)
Banten Region

Fantastis, Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Mencapai Rp55,47 Miliar

Selasa, 21 Jul 2026 14:13 WIB
Headline

Simpan Sabu di Plafon, Pria di Sepatan Ditangkap Polisi

Selasa, 21 Jul 2026 11:16 WIB
Headline

Buntut Sungai Cisadane Menghitam, Tiga Perusahaan di Teluknaga Disegel

Selasa, 21 Jul 2026 10:00 WIB
Nelayan di Lebak Diduga Hilang di Laut Usai Nyalakan Genset
Banten Region

Nelayan di Lebak Diduga Hilang di Laut Usai Nyalakan Genset

Senin, 20 Jul 2026 17:18 WIB
AUDIENSI - RPM Banten beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Pandeglang, terkait rencana deklarasi anti LGBT, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
Banten Region

RPM Banten Gagas Deklarasi Anti LGBT

Senin, 20 Jul 2026 16:31 WIB
Waduh, Dikaitkan Kasus Penculikan Aktivis, Ketua DPRD Lebak Bantah Jadi Dalang
Banten Region

Waduh, Dikaitkan Kasus Penculikan Aktivis, Ketua DPRD Lebak Bantah Jadi Dalang

Senin, 20 Jul 2026 16:28 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

KNPI Kota Tangerang Perkuat Literasi Lewat Lesehan Sastra

Sabtu, 18 Jul 2026 12:58 WIB
Wabup Pandeglang Iing Andri Supriadi. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Merusak Moral Berbangsa, Bernegara dan Beragama, Wabup Iing Menolak Keras LGBT

Minggu, 19 Jul 2026 12:09 WIB
BERKUNJUNG - Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, mendatangi pangkalan nelayan di Kampung Lumalang Kaliasin, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026). (ISTIMEWA)

Datangi Nelayan Bojonegara, HNSI Banten Imbau Tak Terprovokasi Kasus PT Gandasari

Minggu, 19 Jul 2026 11:34 WIB
Pemkot Tangerang Sudah Terbitkan 6.608 PBG dan 214 SLF

Pemkot Tangerang Sudah Terbitkan 6.608 PBG dan 214 SLF

Kamis, 16 Jul 2026 19:59 WIB
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan

Kamis, 16 Jul 2026 18:00 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.