Selasa, 12 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Kolom

Arti Penting Taiwan Bagi Indonesia

Oleh : Aat Surya Safaat*

Oleh Fajar Aditya
Minggu, 12 Feb 2023 22:01 WIB
Rubrik Kolom
IMG-20230212-WA0029
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Indonesia secara politik tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan karena berpegang pada prinsip “One China Policy” (Kebijakan Satu China), dimana Indonesia hanya mengakui satu negara China yaitu Republik Rakyat China.

Konsekuensinya, Indonesia  tidak mengakui secara resmi negara Taiwan. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia tidak memiliki skema hubungan atau kerjasama “government-to-government” dengan pihak Taiwan.

Meski demikian Indonesia memiliki hubungan “people-to-people” dan “business-to-business” yang relatif erat dengan Taiwan. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Taiwan dan besarnya investasi Taiwan di Indonesia serta banyaknya produk Indonesia yang diekspor ke Taiwan.

Berdasarkan data Otoritas Keimigrasian Taiwan (National Immigration Agency/NIA), per  31 Desember 2022 terdapat sebanyak 243.795 WNI yang tinggal di Taiwan, dengan rincian perempuan 66,9 persen dan laki-laki 33,1 persen.

Taiwan sendiri merupakan salah satu destinasi utama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada akhir Desember 2022 Otoritas Ketenagakerjaan (Ministry of Labour/MoL) Taiwan mencatat jumlah PMI di Taiwan sebesar 250.114 orang.

Para PMI dimaksud bekerja di berbagai sektor, termasuk di sektor jasa, kesehatan, dan sosial (66,2 persen), sektor manufaktur (29,7 persen), sektor pertanian dan perikanan (3,5 persen), dan sektor konstruksi (0,6 persen).

BeritaTerbaru

IMG_20250912_144908

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB

Taiwan juga merupakan salah satu tujuan favorit para pelajar Indonesia. Data Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menunjukkan, para pelajar Indonesia di Taiwan berjumlah sekitar 16.000 orang.

Mereka tersebar di seluruh Taiwan dan tengah menempuh berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan jenjang S1, S2, hingga S3. Para mahasiswa Indonesia di Taiwan berkuliah di jurusan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM ) yang merupakan kekuatan utama Taiwan.

Di samping kedua segmen tersebut juga terdapat WNI pekerja profesional dan WNI yang menikah dengan warga negara Taiwan. Seluruh segmen WNI di Taiwan itu merupakan simpul-simpul yang menjadi bagian dari hubungan “people-to-people” antara Indonesia dan Taiwan.

Khusus dalam bidang Industri, sektor ekonomi dimaksud memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian Taiwan. Selama lima tahun terakhir sektor industri memiliki kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan. Sektor industri juga mendominasi ekspor Taiwan dengan porsi di atas 90 persen.

Tetapi Taiwan memiliki keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Karena itu beberapa industri tidak lagi efisien jika beroperasi di Taiwan. Oleh karenanya Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi bagi perusahaan-perusahaan Taiwan.

Produk dari perusahaan-perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Indonesia itu dipasarkan di Indonesia, atau dipasok untuk kepentingan perusahaan-perusahaan lain di Taiwan, dan bahkan diekspor ke berbagai negara.

Di sisi lain Indonesia menjadi penyedia bahan baku dan tenaga kerja bagi industri di Taiwan. Namun, sesuai dengan kebijakan nasional, Pemerintah menekankan agar bahan baku yang diekspor ke Taiwan adalah yang bernilai tambah lebih tinggi.

Indonesia juga dapat menjadi penyedia tenaga kerja profesional bagi industri di Taiwan, mengingat terdapat sekitar 16.000 pelajar Indonesia di sana. Pelajar Indonesia yang berada di Taiwan juga memiliki keunggulan lain, yakni telah terbiasa dengan budaya Taiwan dan dapat berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin.

Mitra strategis

Dalam Bidang Perdagangan, Taiwan merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Taiwan merupakan salah satu pintu gerbang bagi Indonesia untuk bergabung dalam rantai pasok internasional dalam berbagai produk seperti alat kesehatan, alat golf, sepeda, dan barang-barang elektronik.

Hubungan Indonesia-Taiwan selama ini saling melengkapi dan saling menguntungkan, termasuk dalam bidang perdagangan. Taiwan menjadi pemain utama yang memiliki kinerja ekspor sangat baik dengan tujuan utama ke Korea, Jepang, China dan AS. Dalam kaitan itu pula Taiwan banyak mengimpor berbagai produk, terutama dalam bentuk bahan baku dari Indonesia.

Data dari KDEI Taipei menunjukkan, ekspor Indonesia ke Taiwan sendiri terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga November 2022, ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan telah mencapai 7,4 miliar USD. Neraca perdagangan keduanya mencapai 3,3 miliar USD.

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Investasi/BKPM, sejak  2015-2022 total nilai investasi dari Taiwan ke Indonesia sebesar US$ 2,053 miliar, sedangkan untuk lima besar peringkat sektor investasi asal Taiwan sepanjang tahun 2022 adalah sebagai berikut:

Industri tekstil sebesar US$ 71,76 juta (30,31 persen) dan industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam sebesar US$ 50,96 juta (21,52 persen).

Sektor investasi lainnya adalah industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar US$ 42,34 juta (17,89 persen); industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 24,69 juta (10,43 persen); dan industri kayu sebesar US$ 10,77 juta (4,55 persen).

Berdasarkan data yang sudah disampaikan oleh Menteri Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan IV 2022 berada di peringkat 17 dengan nilai US$ 61,9 juta, sedangkan untuk total nilai investasi sepanjang tahun 2022 sebesar US$ 236,7 juta dan berada di peringkat 16.

Sementara itu catatan dari KDEI Taipei menunjukkan, top 10 komoditas ekspor Indonesia ke Taiwan didominasi oleh produk setengah jadi seperti baja, tembaga, besi, larutan kimia, dan karet, sementara kunjungan wisatawan dari Taiwan ke Indonesia tiap tahun cenderung terus meningkat, kecuali di masa pandemi Covid-19.

indonesia juga mengekspor kopi, kakao, makanan, minuman, produk makanan laut dan produk kayu seperti furnitur, dekorasi rumah, dan peralatan dapur ke Taiwan, sedangkan impor Indonesia dari Taiwan sebagian besar didominasi oleh produk penolong untuk sektor industri  seperti sirkuit elektronik, prosesor dan sejenisnya.

Negara hadir

Terkait keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, data dari Otoritas Ketenagakerjaan (Ministry of Labour/MoL) Taiwan menunjukkan, jumlah PMI di Taiwan mencapai 250.114 orang pada akhir Desember 2022.

Dengan jumlah yang begitu banyak, tidak dapat dielakkan adanya beberapa kasus yang melibatkan para PMI, baik yang memiliki status keimigrasian valid maupun yang berstatus sebagai overstayer.

Meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, negara tetap hadir untuk memberikan perlindungan bagi PMI di sana, dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berkomitmen memberi perlindungan bagi PMI di Taiwan serta memastikan agar mereka mendapatkan hak-haknya sebagai WNI yang bekerja di luar negeri.

KDEI Taipei secara proaktif memberikan himbauan agar para PMI selalu up-to-date dengan situasi terkini. Topik himbauan KDEI Taipei cukup beragam, mulai dari sosialisasi peraturan-peraturan setempat, waspada penipuan lowongan kerja di sosial media, hingga bahaya narkoba.

Himbauan-himbauan itu dilakukan, baik secara tatap muka melalui berbagai kegiatan KDEI Taipei, melalui Satgas PMI yang tersebar di seluruh Taiwan, maupun melalui sosial media KDEI Taipei. KDEI Taipei juga melakukan penanganan terhadap kasus-kasus yang melibatkan WNI di Taiwan.

Pada segmen PMI, KDEI Taipei tidak hanya menangani para PMI yang terlibat kasus-kasus ketenagakerjaan, namun juga memberikan pendampingan terhadap PMI yang menghadapi kasus hukum, sakit keras, kecelakaan lalu lintas, hingga pemulangan jenazah PMI yang meninggal dunia ke daerah asalnya.

KDEI Taipei pada prinsipnya memandang PMI bukan hanya sebagai penyumbang devisa negara, tetapi juga sebagai WNI yang memiliki hak dan kewajiban masing-masing. KDEI Taipei hadir di Taiwan untuk menjamin agar seluruh hak-hak para PMI yang bekerja di sana dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam upaya melihat bagaimana arti pentingnya Taiwan bagi Indonesia dan sebaliknya Indonesia bagi Taiwan, baru-baru ini Biro Pariwisata Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan mengundang lima wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Taiwan.

Undangan itu disampaikan oleh kementerian tersebut atas kerjasama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia serta dengan sponsorship Eva Air (salah satu maskapai penerbangan Taiwan).

Para wartawan dimaksud tergabung dalam organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Adapun lima wartawan senior itu adalah Aat Surya Safaat (Pemred Asatu Online), Retno Intani (Dewan Redaksi indonesiatoday.co), Umi Syarifah (Pemred Sudut Pandang), Jon Heri (Pemred jodanews.com), dan Yono Hartono (Pemred korandetak.com).

Mereka berkunjung ke Taiwan untuk menghadiri “Taiwan Lantern Festival” (Festival Lentera Taiwan) yang sejatinya, dalam misi yang lebih luas adalah untuk melihat bagaimana arti pentingnya Taiwan bagi Indonesia serta sebaliknya Indonesia bagi Taiwan.

Festival lampion itu sendiri berlangsung dari 4 hingga 19 Februari 2023. Festival lampion tersebut menjadi salah satu atraksi budaya dan kesenian rakyat serta kesenian populer yang sangat menarik, apalagi dengan adanya sentuhan teknologi modern sehingga menjadi magnit bagi banyak wisatawan manca negara untuk datang ke Taiwan.

Bagaimanapun, berdasarkan fakta-fakta sebagaimana dijelaskan di muka, tampak bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Taiwan ke depan akan semakin tumbuh dan  berkembang serta memiliki banyak ruang untuk perbaikan bagi keuntungan kedua belah pihak.

Lebih dari itu, terkait keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang diyakini mendatangkan banyak devisa, Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei memberikan perlindungan kepada para pekerja tersebut.

Negara hadir, dalam pengertian, Pemerintah memang berkewajiban memberikan perlindungan kepada warga negaranya, baik kepada WNI yang berada di dalam negeri maupun yang ada di luar wilayah NKRI, termasuk tentunya yang bekerja di Taiwan.

Acuannya adalah amanat Konstitusi Republik Indonesia, yaitu termuat dalam alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) yang menyatakan, “……Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia ……” (*)

 

* (Aat Surya Safaat adalah Ketua Bidang Luar Negeri SMSI yang juga Pemimpin Redaksi Asatu Online. Wartawan senior ini pernah menjadi Kepala Biro Kantor Berita ANTARA New York (1993-1998) dan Direktur Pemberitaan ANTARA (2016). Sejak Januari 2023, peraih Press Card Number One tahun 2020 ini juga mendapat amanah sebagai anggota Pokja Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri (Hubla) Dewan Pers).

ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
IMG-20250722-WA0004
Kolom

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Di Provinsi Banten Setelah Terbentuk Mau Dibawa Kemana ?

Selasa, 22 Jul 2025 09:23 WIB
IMG-20250720-WA0009
Kolom

Regulasi Apotek Desa, Harapan Baru Atau Angan-angan Baru?

Minggu, 20 Jul 2025 11:45 WIB
Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)
Headline

Surat Cinta untuk Bupati dan Wali Kota se-Banten, Janji Sekolah Gratis (2)

Selasa, 15 Jul 2025 17:35 WIB
Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)
Headline

Surat Cinta untuk Gubernur, Janji Sekolah Gratis (1)

Senin, 14 Jul 2025 18:48 WIB
Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah
Kolom

Janji Pendidikan Gratis Banten: Manis di Bibir, Pahit di Madrasah

Senin, 14 Jul 2025 18:33 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

4 Kios di Cibodas Tangerang Ludes Terbakar, Kerugian Hingga Rp 1 Miliar

4 Kios di Cibodas Tangerang Ludes Terbakar, Kerugian Hingga Rp 1 Miliar

Senin, 11 Mei 2026 16:27 WIB
MEMIMPIN RAPAT : Plt Kepala Dinas Pertanian Banten, Nasir M Daud, memimpin rapat pengawasan hewan kurban. (ISTIMEWA)

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Provinsi Banten Diperketat

Rabu, 6 Mei 2026 17:23 WIB
Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat di FLS3N Kabupaten Tangerang

Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat di FLS3N Kabupaten Tangerang

Rabu, 6 Mei 2026 16:38 WIB
Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Selasa, 12 Mei 2026 19:20 WIB
SERAHKAN SK - Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah, memberikan SK PNS kepada Kepsek. (ISTIMEWA)

Bupati Zakiyah Serahkan 283 SK Kepsek SD dan SMP

Kamis, 7 Mei 2026 17:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.